batampos.co.id – Sepasang pengantin baru di Kampung Cirawa, Rt 01/10, Desa Kanoman, Cibeber, Cianjur, meninggal tertimbun longsor tebing setinggi 30 meter, Selasa (8/10/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

Keduanya adalah Muhamad Hendri (21) dan Siti Masrupah (21). Mereka ditemukan dalam posisi berpelukan.

Selain menimpa rumah milik Muhamad Hendri, tanah bercampur air itu juga menimbun rumah milik Ida (45) dan Iwan (39) beruntung mereka berhasil menyelamatkan diri.

Bencana longsor yang menewaskan sepasang pengantin baru itu terjadi setelah Desa Kanomoan diguyur hujan deras selama lebih dari tiga jam.

Korban selamat Iwan mengatakan, dirinya sempat merasa guncangan yang cukup keras dan melihat gumpalan tanah menerjang rumah miliknya.

Rumah warga di Kampung Cirawa rusak tertimbun longsor. Foto: Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

“Saya sedang ngasih pakan ternak, tiba-tiba ada guncanagan seperti gempa, tak lama dari itu saya melihat tanah dari tebing terseret dan menimpa rumah,” katanya seperti dikutip dari Radar Cianjur (Jawa Pos Group).

Dia mengatakan, setelah guncangan berakhir dan rumah sudah tertimbun longsor, lantas ia memeriksa rumah dan tetangga yang juga rumahnya tertimbun.

“Hendri dan Siti saya teriakin nggak bersuara, saya curiga mereka tertimbun,” ujarnya.

Korban lainya Ida mengatakan saat terjadi musibah itu ia sedang berada di kamar mandi dan merasakan guncangan yang cukup keras.

“Saya lagi wudhu, tiba tiba lampu mati, saya lihat kebawah lantai sudah pecah-pecah, saya lari keluar, suami saya menarik orang tua saya yang lagi salat, tak lama setelah kami sekeluarga keluar rumah, tiba-tiba tanah dari bukit longsor dan menimpa rumah,” ujarnya.

Camat Cibeber Ali Akbar mengatakan, setelah mendengar informasi tersebut pihaknya beserta BPBD, PMI, TNI dan Polri langsung mendatangi tempat kejadian. “Akibat peristiwa longsor itu dua orang meninggal dunia dan tiga rumah rusak berat,” tuturnya.(dil/rc/jpnn)