batampos.co.id – Rencana reekspor puluhan kontainer berisi material plastik impor yang terkontaminasi limbah berbahaya dan beracun (B3) serta bercampur sampah yang diimpor beberapa perusahaan pengolahan plastik di Batam, hingga saat ini belum dilakukan.

Sebab dari Bea Cukai Batam sendiri belum bisa memberikan jawaban yang pasti kapan limbah B3 itu akan dikembalikan ke negara asal.

Kepala Bidang Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) BC Batam, Sumarna, menegaskan, saat ini pihak masih melakukan berkoordinasi dengan importir maupun beberapa instansi terkait.

“Hal tersebut dilakukan agar tidak ada lagi hal yang substantif yang dilanggar atau semua biar clear,” ujarnya melalui pesan singkat di whatsapp yang dikirimkan, Selasa (8/10/2019) siang.

Soal berapa pastinya jumlah kontainer berisi material plastik yang mengandung limbah B3 dan tercampur sampah, Sumarna tak menyebutkan angka pastinya.

Petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Bea Cukai Batam memeriksa sampah plastik bercampur limbah B3 sebelum dikirim ulang ke negara asalnya di Pelabuhan Batuampar, Batam, Senin (29/7/2019) lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Intinya kami berharap reekspor scrap plastik yang terkontaminasi limbah B3 dan bercampur sampah itu segera bisa dieksekusi, dalam artian segera bisa dikeluarkan dari Batam untuk direekspor ke negara asal,” jelasnya.

Mengenai jumlah material plastik impor yang positif mengandung B3 dan bercampur sampah, pihaknya belum bisa memastikan.

“Kenapa, karena data di kami masih terus bergerak. Jumlah itu nanti baru bisa dipastikan atau diinfokan ke publik setelah semuanya fix atau pemeriksaan tuntas,” terangnya.

Dalam aturan KLHK telah jelas bahwa Presiden Joko Widodo melalui keputusannya menegaskan bahwa bahan baku scrap plastik dan kertas yang diimpor dan masuk ke Indonesia, wajib bersih dari sampah dan limbah B3.

Hal tersebut ditegaskan Dirjen Pengelolaan limbah, sampah, dan bahan beracun dan berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati saat rapat terbatas dengan presiden Jokowi belum lama ini.(gas)