batampos.co.id – Balai Latihan Kerja (BLK) bakal dibangun di Batam pada 2020 mendatang.

Setelah beberapa kali rencana lokasi bergeser karena persoalan lahan, BLK akhirnya akan dibangun di atas lahan seluas 4 hektare yang didapatkan dari hibah Kabil Industrial Estate (KIE) di Kabil, Nongsa.

”Kementerian Tenaga Kerja mau MoU dengan KIE dalam waktu dekat. Kementerian sudah cocok dengan tanah yang dihibahkan ini,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam Rudi Sak-yakirti, Selasa (8/10/2019).

Pada tahap pembangunan awal, pemerintah menyiapkan dana Rp 17 miliar. Menurut dia, pembangunan awal dapat diarahkan untuk menyiapkan tenaga welder yang andal.

”Sebelum ke hal lain. Arahnya ke welder dulu, yang kekurangan di Batam masalah welder,” jelasnya.

“Juga menunjang MRO (Maintenance Repair and Overhaul) yang akan dibangun di Batam, arahnya ke sana,” katanya lagi.

Untuk diketahui, BLK ini awalnya direncanakan di bilangan Nongsa, namun Kemenaker tidak menyetujui karena lokasi tidak dekat dengan laut.

ilustrasi

Selanjutnya, Pemko Batam menawarkan lahan di Tanjungundap, Sagulung, belakangan lokasi ini terkendala status lahan.

”Tidak diproses karena persoalan lahan. Di Tanjungundap, kalau dibangun bakal ada beberapa rumah penduduk yang terdampak,” kata dia.

Sementara itu, masalah minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal dikeluhkan perusahaan yang akan merekrut pekerja baru.

Keadaan ini memaksa pihak perusahaan merekrut pekerja dari luar Batam, salah satunya yang kini dilakukan McDermott.

”Terpaksa kami cari orang di Jawa maupun Sumatera untuk posisi welder dan fitter,” kata perwakilan PT McDermott Indonesia Batam, Syahrial, saat diskusi bersama pimpinan BP Batam dengan pelaku usaha, Kamis (4/10/2019) lalu.

Menurut dia, pihaknya akan mencari ribuan pekerja. Untuk itu, pihaknya sejatinya tidak ingin calon pekerja yang di Batam menjadi penonton karena terkendala kemampuan yang kurang.

”Sementara satu sisi kami butuh tenaga yang skilled (terampil) dan untuk melatih itu sendiri butuh waktu,” katanya.

Solusi terkait ini, lanjut dia, hendaknya pemerintah menyegerakan realisasi Balai Latihan Kerja (BLK) yang akan menjadi pusat pelatihan bagi calon pekerja sehingga lebih andal.

”BLK kami pikir menjadi salah satu tulang punggung. Agar kita semakin bisa bersaing dengan Singapura bahkan Asia Pasifik,” imbuh dia.

Secara khusus, kepada Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang juga sudah dipercaya sebagai Kepala BP Batam, agar dapat menyelesaikan persoalan ini.

”Pak Rudi dulu pernah bilang kendalanya ketersediaan lahan, kami berpendapat dengan sekarang jabatan sudah dua, persoalan dulu ini akan selesai,” harap dia.

Merespons hal ini, Rudi mengatakan, di lingkungan Pemko Batam sudah menawarkan lahan di Nongsa atas rencana pemerintah pusat membangun BLK di daerah Nongsa, lahan tersebut Pemko Batam dapat dari alokasi yang diberikan BP Batam.

”Tapi waktu itu pusat sepertinya tak mau, karena yang dibangun adalah BLK Kemaritiman jadi harus dekat laut.”

Hal ini, kemudian, membuat pihaknya mencari lahan lain dan akhirnya ditetapkan di Kampung Tua Tanjungundap, Sagulung dengan luas sekitar 5 hektare.

”Mudah-mudahan karena saya sudah jadi kepala BP Batam, kita akan buka dan kalau boleh PL akan kami keluarkan dan serahkan ke Kementerian Tenaga Kerja,” ujarnya.

Rudi mengaku kehadiran BLK cukup penting, apalagi pemerintah pusat menyiapkan dana puluhan miliar untuk membangun BLK Kemaritiman ini.

”Kalau terbangun uang hasil retribusi IMTA di Pemko Batam, bisa langsung digunakan kegiatan di sana,” imbuhnya.(iza)