batampos.co.id – Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah terus ramai dikunjungi warga. Pengunjungnya juga bervariasi, baik dari jemaah masjid maupun wisatawan baik lokal maupun mancanegera.

Namun, meski telah jadi salah satu destinasi wisata, Masjid Sultan ternyata belum dilengkapi dengan kamera pengawas atau CCTv untuk memantau pengun-jung atau jemaah yang berada di dalamnya.

”Untuk pengadaan kamera CCTv saat ini masih belum ada, nanti akan segera dikerjakan,” kata Yumasnur, Ketua Pengurus Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Rabu (9/10/2019).

Ia menyebutkan, sistem keamanan masjid masih berkoordinasi dengan pihak Satpol PP untuk mengawasi area masjid selama 24 jam.

”Sementara ini memang kita berkerja sama dengan Satpol PP,” singkatnya.

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Kota Batam Friedkalter menyebutkan pihaknya telah menurunkan personel untuk menjaga area Masjid Sultan.

Termasuk, memantau aktivitas pedagang yang berjualan di sekitar masjid.

Pengunjung berfoto dengan latar Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (9/10/2019). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Sebelumnya ada yang berjualan di dekat area masjid, tapi kini sudah sedikit bergeser agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung,” kata Friedkalter.

Ia menambahkan, karena masjid tersebut adalah aset Pemerintah Kota (Pemko) Batam, maka segala sesuatu yang berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan terus dijaga.

Terkait pengadaan CCTv saat ini masih dalam proses pengerjaan sebelum kontrak proyek pembangunan masjid berakhir pada akhir November mendatang.

”Insya Allah sedang pengerjaan dari pihak PT Adhi Karya untuk pengadaan CCTv, maka sementara dari Satpol PP yang menjaga,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam mencatat sekitar 2.000 lebih wisawatan mancanegara (wisman) telah datang saat peresmian masjid tersebut.

Bahkan setelah itu, hampir setiap hari itu selalu ada wisman yang berkunjung, rata-rata lima hingga sepuluh orang.

”Di masjid ada tim yang disiagakan untuk memandu wisman” terang Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata.

Sementara itu, untuk kunjungan wisman yang non-muslim atau yang tidak tertutup aurat sepenuhnya, Ardi menyebut pengelola menyediakan sejenis jubah untuk berkeliling masjid.

Perihal wisman, pihaknya telah bekerja sama dengan pihak travel agen agar mempromosikannya. Beberapa agen juga telah membuat paket tur wisata religi ke masjid tersebut.(iza)