batampos.co.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batam masih menunggu regulasi tertulis terkait layanan penerbitan sertifikat halal yang sekarang berada di bawah Kemenag pusat.

“Iya memang sekarang berada di bawah Kemenag. Namun kami juga masih menunggu tata cara pelaksanaan pelayanan ini,” kata Kepala Kantor Kemenag Batam, Zulkarnain Umar, Rabu (9/10/2019).

Ia menjelaskan saat ini pelayanan Kemenag sudah terpadu dan satu pintu.

Hal ini guna memberikan pelayanan yang mudah dan cepat kepada masyarakat. Terutama yang ingin mengurus berbagai pelayanan di kantor Kemenag Batam.

“Tentu kehadiran pelayanan sertifikat halal akan menambah fasilitasi di pelayanan satu pintu ke depannya,” jelasnya.

“Selain haji, umrah dan lainnya yang sudah lebih dulu dilayani,” terangnya lagi.

Ilustrasi. Jawa Pos

Kata dia, untuk sumber daya manusia (SDM) pengurusan admistrasi tidak ada masalah. Sebab petugas yang sekarang juga bisa melayani.

Namun hingga kini pihaknya belum memiliki tenaga auditor yang khusus mengurusi persoalan halal ini.

“Kan itu khusus. Tidak bisa sembarang orang yang menilai dan turun ke lapangan nantinya,” kata dia.

“Makanya kami akan ajukan penambahan tenaga untuk auditor halal ini,” sebutnya lagi.

Selain auditor, pihaknya juga harus mengetahui mekanisme penerbitan sertifikat halal bagi produk makanan yang akan dikeluarkan nantinya.

Tidak saja itu, penerbitan juga membutuhkan biaya. Jadi semua ini masih menunggu dari pusat.

“Kalau satu pintu kami ingin warga yang mengurus ada kejelasan terkait syarat, waktu pengurusan serta biaya,” jelasnya.

“Semua nanti dibuat transparan agar masyarakat tahu,” tambahnya.

Zulkarnain juga masih menunggu sosialisasi dari pusat untuk penerapan layanan sertifikat halal ini.

Informasi terakhir Kemenag masih dalam tahap sosialisasi soal layanan baru ini. Karena sebelumnya berada di bawah Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Label halal ini penting karena merupakan jaminan bagi masyarakat. Apalagi Batam sudah menyongsong wisata religi dan halal. Kalau nanti diterapkan tentu kami berharap antusias masyarakat untuk mengurusi sertifikat halal produknya lebih banyak,” bebernya.

Pihaknya juga akan sangat terbuka dan menjalin kerjasama dengan dinas lain maupun pelaku UKM nantinya untuk mengurus fasilitas sertifikat halal ini.

“Kami akan dorong pastinya mereka mengantongi sertifikat halal ini. Sekarang kami tunggu dulu regulasinya turun,” tutup pria yang akrab disapa Zul ini.(yui)