batampos.co.id – BPJS Kesehatan melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan
pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS.

Salah satunya adalah dengan melakukan monitoring dan evaluasi kepada fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) melalui feedback kepatuhan FKRTL terhadap kontrak.

Hal tersebut dilakukan dengan mengundang beberapa manajemen FKRTL pada hari Selasa (2/10) hingga Jumat (4/10/2019) kemarin.

“Untuk Batam, 9 FKRTL yang sudah kami undang. Selasa besok akan kami
lanjutkan dengan 2 (dua) FKRTL di Karimun,” ungkap Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Batam, Andi Marissah Hijriyyah Lestari.

Marissah mengatakan tingkat kepatuhan FKRTL terhadap kontrak akan menjadi salah satu
pertimbangan perpanjangan kerjasama di tahun mendatang.

Artinya hal tersebut akan menjadi salah satu indikator perpanjangan kerjasama BPJS Kesehatan dengan FKRTL yang bersangkutan.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Batam, Andi Marissah Hijriyyah Lestari (pegang mik) memberikan penjelasan kepada beberapa manajemen FKRTL. Foto: Dokumentasi BPJS Kesehatan Kota Batam untuk batampos.co.id

Untuk itu FKRTL perlu untuk mengetahui hal-hal yang belum tercapai sehingga bisa ditingkatkan menjelang akhir tahun.

“Tujuannya di feedback agar data-data yang kami sampaikan bisa dievaluasi di internal
FKRTL sehingga nantinya dapat diperbaiki untuk peningkatan kualitas pelayanan,” kata
Marissah.

FKRTL dikatakan patuh terhadap kontrak apabila memiliki beberapa indikator.

Salah satunya adalah surat peringatan tidak lebih dari 3 (tiga) kali, tidak ada keluhan peserta terkait biaya, tidak ada keluhan terkait adanya diskriminasi pelayanan, tidak adanya keluhan peserta terkait kuota kamar perawatan serta selalu melakukan updating ketersediaan tempat tidur.

Dari tingkat kepatuhan tersebut, akan terlihat FKRTL yang menjalankan komitmen yang
telah disepakati sejak awal ketika akan bergabung menjadi mitra BPJS Kesehatan.

Salah satu komitmen FKRTL kewajiban untuk menyediakan dashboard kapasitas tempat tidur rawat inap yang dapat diakses oleh peserta. Sehingga peserta mendapatkan transparansi dan mudah mengakses informasi.

“Penyediaan dashboard ketersediaan tempat tidur adalah salah satu komitmen yang harus
dipenuhi oleh FKRTL dan informasi tersebut harus bisa diakses oleh peserta,” ungkap
Marissah.

dr Dedi selaku perwakilan manajemen RSUD Embung Fatimah berharap pertemuan terkait
feedback ini rutin dilakukan karena masing-masing pihak dapat menyampaikan hal-hal yang tidak bisa disampaikan di forum.

“Untuk RSUD sendiri seluruh aspek sudah kami penuhi, hanya saja kami perlu
meningkatkan rekrutmen perserta PRB,” ungkap Dedi.(*)