Jumat, 10 April 2026

Minyak Curah Dilarang, Ini Curhat Pedagang Gorengan di Batam 

Berita Terkait

batampos.co.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melarang peredaran minyak curah mulai 1 Januari 2020 karena dianggap tidak sehat dan higienis.

Menanggapi hal tersebut, banyak pedagang gorengan di Kota Batam yang menyuarakan keberatannya.

Sutopo, salah satunya. Pedagang gorengan yang biasa berjualan di gerbang perumahan Center Park Batam Centre itu sangat keberatan dengan rencana pelarangan minyak goreng curah tersebut.

“Jika dibandingkan dengan minyak goreng kemasan, harga minyak goreng curah cenderung lebih murah,” katanya kepada batampos.co.id, Jumat (11/10/2019).

Kata dia, setiap hari ia menggunakan menghabiskan 15 Liter minyak goreng curah.

“kalau beralih ke minyak kemasan otomatis biaya produksi semakin nambah terus untung saya berapa,” keluhnya.

Sutopo mengatakan, tidak mempermasalahkan jika minyak goreng curah tidak beredar lagi.

Sutopo, pedagang gorengan di Kota Batam ini berharap pemerintah dapat mengkaji ulang pelarangan peredaran minyak goreng curah. Foto: Dhinyanto/batampos.co.id

Namun ia berharap pemerintah dapat menyamakan harga minyak goreng kemasan dengan minyak goreng curah.

“Ya setidaknya terjangkau buat kami para pedagang,” jelasnya.

Pedagang Sembako di Pasar Center Park, Rusdi menjelaskan, dalam sehari menjual minyak goreng curah 10 kilogram.

Kebanyakan pembeli lanjutnya adalah penjual gorengan. Karena lanjutnya minyak goreng curah lebih murah.

Ia mengatakan, 70 persen masyarakat menggunakan minyak goreng kemasan.

Rusdi memperlihatkan minyak goreng yang dijual di kiosnya. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“30 persen lagi pengusaha gorengan dan mereka lebih memilih minyak goreng curah,” jelasnya.

Salah satu pembeli minyak kemasan, Yuli, mengungkapkan, lebih senang menggunakan minyak goreng kemasan karena bisa dipakai hingga tiga kali untuk menggoreng.

“Hasil gorengannya lebih bagus dan menarik tidak hitam. Sedangkan minyak curah hanya sekali goreng udah langsung berubah jadi hitam,” jelasnya.

Sementara itu, terdapat beberapa pedagang yang ternyata belum mengetahui rencana peraturan pemerintah tersebut.

Saat mereka mengetahui informasi terkait larangan minyak curah, reaksi para pedagang gorengan mayoritas menolak.

Mereka berharap pemerintah membatalkan rencana larangan tersebut, karena menurutnya efeknya kepada pedagang kecil.(nto)

Update