batampos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam mencatat hingga awal Oktober 2019 total tunggakan pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri mencapai Rp 37 miliar.
Kabid Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Batam, Muryawan, mengatakan, untuk memperoleh tunggakan tersebut pihaknya akan mempekerjakan 15 petugas penagih.
“Kader JKN adalah warga setempat yang diberdayakan penagihan iuran,” jelasnya, Kamis (10/10/2019).
Tugas mereka kata dia, juga mengedukasi peserta terutama yang tidak aktif agar segera melakukan pelunasan tunggakan iuran.
“Namanya bukan debt collector, tapi kader JKN. Untuk Batam-Karimun ada 15 kader. Batam 14 kader di Karimun 1 kader,” ujarnya.
Dijelaskannya, pemberdayaan kader JKN sudah dilakukan sejak tahun 2016 lalu.
Setiap kader yang bertugas wajib menyertakan diri dengan identitas.

Jika kader satu wilayah malas, maka BPJS Kesehatan tak segan-segan menganti kader tersebut dengan aktif.
“Hasil edukasi dari kader lumayan efektif, namun sebenarnya tergantung kadernya juga,” kata dia.
“Setiap kader mendapat imbal jasa (komisi), dihitung berdasarkan keberhasilan edukasi mereka ke masyarakat,” imbuhnya lagi.
Menurut dia, di Batam tunggakan paling banyak terjadi untuk peserta kelas 2 dan 3.
Meski begitu, dari 279 ribu lebih peserta mandiri, hanya sekitar 38 persen yang menunggak tagihan.
Sedangkan untuk perusahaan di Batam-Karimun dinilai cukup kooperatif dalam membayar tagihan.
“Jumlah yang membayar sebenarnya flukfuatif setiap bulannya,” kata dia.
“Bulan ini persentase yang mandiri membayar tagihan sekitar 62 persen, perusahaan lebih dari 90 persen. Kalau PBI terhitung dengan Oktober baru dua bulan,” jelas Muryawan.
Selain mempekerjakan kader JKN, pihaknya juga mengingatkan melalui pesan singkat atau tele collecting kepada peserta yang menunggak.
“Kita mengirim sms hingga wa kepada peserta agar segera melunasi tagihan. Kalau untuk tele-collecting kami punya dua petugas yang bertugas setiap harinya,” tutur Iwan.
Bahkan, pihaknya berencana kembali memberdayakan perangkat RT/RW untuk penagihan iuran.
Program yang sempat batal dilaksanakan itu saat ini tengah disusun agar bisa berjalan maksimal.(she)
