batampos.co.id – Krisis air bersih di Batam memang sudah di depan mata. Meski status konsesi masih belum terang benderang, tapi BP Batam sudah mengantisipasi krisis air di masa depan dengan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Bengkong Sadai.

IPAL ini akan segera beroperasi pada Januari 2021 dan berfungsi untuk mengolah air limbah rumah tangga agar bisa digunakan kembali.

“Hingga September, progres pengerjaannya sudah 60 persen. Dan target kami akan selesai pada Desember mendatang,” kata Kabid Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana, Senin (14/10/2019) di Megamall Batamcentre.

Struktur fisik IPAL ini dibagi atas tiga proyek fisik yakni jaringan pipa, stasiun pompa dan waste water treatment plant (WWTP).

Jaringan pipa memiliki bobot pekerjaan 44,3 persen dan hingga September sudah rampung 26,4 persen.

“Jaringan pipa utama dan sekunder sudah terpasang 92 kilometer dari target 114 kilometer. Sedangkan sambungan utk rumah baru sudah ada di 200 rumah di Perumahan Hang Tuah, Legenda Malaka,” kata Iyus lagi.

Ilustrasi. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Tapi sambungan pipa ke Perumahan Hang Tuah baru sekadar pipa utama, sedangkan pipa sambungan menuju septic tank masing-masing rumah belum terpasang.

“Kami akan pasang, tapi ini masih menunggu selesainya stasiun pompa,” paparnya.

Sedangkan untuk progres pengerjaan stasiun pompa, bobot pekerjaannya mencapai 12,3 persen dan realisasinya sudah rampung 9,9 persen.

“Stasiun pompa yang sudah siap itu yakni di depan Kawasan Industri Tunas dan di IPAL Batamcentre,” imbuhnya.

Terakhir, bobot pekerjaan WWTP mencapai 38,6 persen dan saat ini sudah rampung 20,4 persen.

Proyek IPAL ini ditargetkan selesai pada Desember 2019 mendatang dan bisa beroperasi pada Januari 2021.

Adapun kapasitas produksinya mencapai 230 liter per detik dan akan melayani kawasan Batamcentre dan sekitarnya.

Air bersih hasil olahan dari proyek senilai Rp 600 miliar ini rencananya akan disuplai ke industri-industri di Batam.

Makanya ada kemungkinan bahwa air suplai dam ke industri akan dialihkan ke rumah tangga, mengingat suplai air ATB ke rumah tangga khususnya di Batuaji dan Tanjunguncang tersendat-sendat karena terbatasnya ketersediaan air bersih.

Iyus hanya menanggapi bahwa teknisnya masih akan dibahas lebih lanjut lagi.

“Pak Kepala BP sudah mengarahkan agar proyek ini jalan terus. Ya sekalian komplain-komplain dari masyarakat akan kami akomodir tentunya,” harapnya.(leo)