batampos.co.id – Sejumlah warga Marina, Sekupang mengeluhkan elpiji kemasan 3 kilogram (kg) atau gas melon yang kian langka di daerah itu.

Warga mengaku hampir setiap pangkalan dan eceran yang biasa menjual gas melon, mengalami kehabisan dan kekosongan stok gas sejak beberapa hari lalu.

”Sejak pagi sudah berkeliling mencari, namun tak ada satu pun yang menjual gas elpiji,” ujar Sulastri, warga Marina, Minggu (13/10/2019).

Ibu dua anak itu mengaku kelangkaan gas melon sebagaimana disampaikan pengecer atau agen, lantaran gasnya masih belum datang. Bahkan, kosongnya elpiji ini sudah terjadi beberapa hari terakhir.

”Hampir semua kedai-kedai di pinggir jalan saya tanyakan dan pangkalan, tapi tak juga dapat gas,” ucapnya.

Hal serupa juga disampaikan Siska. Ibu rumah tangga itu mengaku, elpiji 3 kg sulit ditemukan di sejumlah warung dekat tempat tinggalnya.

Bahkan, meski harus mencari ke agen gas yang letaknya cukup jauh dari rumahnya pun, tidak dapat.

”Tetap aja kosong. Dan ini terjadi sudah beberapa hari,” katanya.

Karyawan agen elpiji tiga kilogram menyusun gas elpiji tiga kilogram di atas mobil usai menurunkan tabung gas di pangkalan di Jalan Yos Sudarso Seijodoh, Batuampar, beberapa waktu lalu. Warga Sekupang mengeluhkan langkanya gas elpiji 3 kilogram di area tersebut. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Dia berharap, pemerintah setempat segera mancarikan solusi agar masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan elpiji 3 kg.

Apalagi, gas melon ini sudah menjadi kebutuhan mendasar masyarakat kecil di Kota Batam.

”Harus ada solusi, pemerintah harus memantau ke lapangan. Kenapa gas melon sulit dicari,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan pedagang bahan pokok dan gas, Andi. Menurutnya, sudah empat hari tidak mendapatkan pasokan elpiji melon. Dia juga mengaku, tidak tahu hingga kapan elpiji 3 kg itu bisa didapatkan.

”Gas kosong sudah tiga hari tak datang. Jadi susah juga, banyak yang tanya. Tak berani pastikan kapan ada gasnya,” katanya.

Hal serupa juga terlihat di SPBU Tanjunguncang, Batuaji. Gas Melon juga terlihat kosong. Petugas SPBU menyebutkan jika gas baru dikirim pada Selasa (15/10) besok.

”Maaf yang tiga kilogram kosong, Selasa nanti baru diantar,” ujar salah seorang petugas SPBU.

Batam Pos mencoba menghubungi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau untuk menanyakan perihal pengawasan distribusi gas melon oleh Pertamina.

Namun, panggilan telepon dan pesan yang dikirimkan ke ponselnya belum berbalas hingga berita ini diturunkan.(rng)