Minggu, 1 Februari 2026

600 Guru Bergantung BOS

Berita Terkait

batampos.co.id – Anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) yang disalurkan kepada sekolah di Natuna hingga saat ini masih diperuntukkan untuk membiayai gaji guru honorer.

Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Natuna, Suherman, mengatakan program BOS untuk digitalisasi sekolah sangat tepat, namun sejauh ini baru sebatas wacana.

Pemkab Natuna belum menerima edaran untuk pengalihan dana BOS dari gaji guru honorer untuk belanja kebutuhan siswa seperti kelengkapan tablet.

”Pengalihan gaji guru honorer dari anggaran BOS memang sudah dikemukakan saat kunjungan Menteri Pendidikan, beberapa waktu lalu. Secara teknisnya, gaji guru masuk dalam dana alokasi umum (DAU), tapi baru wacana,” katanya, Senin (14/10/2019).

Ilustrasi guru. Foto: JawaPos

Anggaran BOS, kata Suherman, bersumber dari APBN yang dikelola Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

Dana tersebut langsung ditransfer ke rekening sekolah. Teknis pembayarannya per tiga bulan. Sehingga gaji guru honerer pun diterima per tiga bulan.

”Jika gaji honorer masuk dalam DAU, tentu sangat membantu. Karena guru dapat terima gaji secara rutin setiap bulan,” jelasnya.

“Saat ini ada sekitar 600 lebih guru honorer di Natuna bergantung dari anggaran BOS, dari 26 SLTP dan Sekolah Dasar (SD) yang ada di Natuna,” ujarnya lagi.

Dikatakan Suherman, penerimaan anggaran BOS setiap sekolah bervariasi, tergantung jumlah siswa.

Dengan perhitungan per siswanya Rp 800 ribu. Dari keseluruhan anggaran BOS yang diterima terdapat alokasi sebesar 20 persen untuk belanja buku dan terdapat operasional sekolah serta alat tulis kantor sekolah.

”Tapi wacana ini direalisasikan sangat tepat, gaji guru honerer masuk dalam APBD,” paparnya.

“Tapi untuk belanja perlengkapan digital seperti tablet untuk siswa tergantung kemampuan sekolahnya, karena edaran resminya belum diterima,” ujarnya lagi.(arn)

Update