batampos.co.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI telah menetapkan lima kuliner asli Indonesia sebagai national food atau makanan nasional. Yakni;

  1. soto
  2. rendang
  3. nasi goreng
  4. sate ayam
  5. gado-gado.

Untuk lebih memperkenalkan national food ini, pemerintah diharapkan bisa terus menggenjot penyelenggaraan kegiatan kuliner melalui berbagai bentuk promosi.

Hal ini diungkapkan chef kenamaan Indonesia, Yuda Bustara.

Menurut dia, event kuliner di Indonesia perlu diperbanyak. Di antaranya dengan memakai bakat dari pegiat-pegiat kuliner yang baru.

Chef Yuda Bustara
foto: batampos.co.id / lukman

“Jadi sebenarnya event-nya kurang ‘di-jor-jorin’ aja. Dan bisa memakai dengan talent-talent yang baru,” terang Yuda .

Dia menerangkan, pada masa terdahulu event kuliner di Indonesia yang diperkenalkan ke luar negeri kebanyakan menggunakan jasa pakar kuliner kenamaan Indonesia, William Wongso. Namun kini sudah mulai menggunakan bakat-bakat baru seperti dirinya misalnya, serta tim yang lain.

Pun demikian menurut Yuda, pemerintah juga mesti mengeluarkan budget lebih banyak untuk membuat program-program kuliner di televisi.

“Untuk membuat acara di televisi seperti promo masakan indonesia di Netflix atau di Youtube, lebih banyak lagi budget untuk pariwisata. Khususnya makanan harusnya lebih difokuskan,” ungkap penggemar Nasi Padang ini.

Menurut Yuda, kuliner Indonesia sejatinya memiliki potensi besar untuk mendunia. Hal ini dibuktikannya sendiri tatkala menjadi culinary diplomat Indonesia. Sebagai culinary diplomat, Yuda kerap kali menyajikan masakan-masakan khas Indonesia kepada masyarakat di luar negeri. Dari semua orang yang mencicipi kuliner Indonesia tersebut, semuanya selalu mengatakan enak.

“Tanggapan orang luar negeri terhadap masakan indonesia itu tidak pernah tidak enak. Karena masakan Indonesia itu tidak mirip dengan masakan lain. Yang paling mirip India, tetapi india itu medoknya beda, sambalnya beda,” beber Yuda.

Sebagai culinary diplomat sendiri Yuda kerap dipanggil kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) untuk memasak makanan-makanan Indonesia. Dia mempraktikkan dan dan memasak untuk para diplomat yang ada di sana.

“Misalkan KBRI India lagi acara Indonesian weekend di New Delhi, nanti dia butuh chef. Nah biasanya saya dipanggil untuk mendemokan, untuk masakin diplomat di sana. Sebagai culinary diplomat, saya membantu Kementerian Pariwisata dan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif, Red.) untuk memperkenalkan kuliner Indonesia ke dunia,” tandasnya. (luk)