batampos.co.id – Kelangkaan gas 3 kilogram di Kota Batam terus menjadi pertanyaan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Unit Manager Communication dan CSR MOR I Pertamina, Roby Hervindo, mengatakan, pihaknya kerap menekan pangkalan untuk menyalurkan elpiji sesuai ketentuan.

Ini untuk merespons keluhan yang menyebut pangkalan LPG 3 kilogram lebih mengutamakan pengecer daripada warga.

”LPG 3 kilogram ini untuk warga kurang mampu yang berhak mendapatkan subsidi sehingga penyalurannya sesuai ketentuan,” ujar Roby saat dikonfirmasi, Senin (14/10/2019).

Dia mengatakan, pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan lapangan juga melalui pemeriksaan log book penjualan.

Salah seorang karyawan agen gas 3 kilogram menyusun gas bersubsidi tersebut ke salah satu pangkalan di Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/ batampos.co.id 

Di samping itu, pihaknya memperhatikan masukan dari pemangku kepentingan terkait.

”Kalau ada pangkalan yang nakal, kami tindaklanjuti dengan pemeriksaan. Kalau terbukti melanggar, kami kenakan sanksi sesuai aturan,” ucapnya.

Sementara terkait penyaluran gas melon, Roby menyebutkan total kuota Agustus 2019 sebesar 52.224 metric ton (MT).

”Hingga Agustus 2019, penyaluran elpiji di wilayah Kepri memenuhi kouta yang ditetapkan pemerintah sebesar 95 persen,” sebutnya.

Sebelumnya, Roby menyebutkan beberapa modus pengecer mendapatkan stok gas elpiji yakni membeli langsung dari beberapa pangkalan, atau bisa juga kerja sama dengan oknum agen atau pangkalan.

Namun, Pertamina tidak berwenang mengawasi atau menindak pengecer.

”Kami tidak ada ikatan kerja sama dengan pengecer. Pengawasan atau penindakan pengecer, itu ranah Pemda dan aparat. Pertamina mendukung penuh,” jelasnya.(iza,yui,ian)