batampos.co.id – Menyikapi langkanya gas melon di pangkalan, Komisi II DPRD Kota Batam meminta Pemko Batam dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam untuk lebih aktif mengawasi pangkalan elpiji 3 kg.

”Pemerintah harus bisa melakukan pengawasan,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Mulia Rindo Purba, Senin (14/10/2019).

“Bahkan saat ini sangat banyak kios-kios yang menjual elpiji jauh di atas HET. Dari mana kios mendapat gas itu kalau bukan dari pangkalan,” ujarnya lagi.

Rindo mengatakan, penindakan perlu dilakukan untuk pangkalan nakal.

Bahkan terkadang, pemilik pangkalan sering mengaku kepada warga bahwa gas sudah habis padahal baru mendapatkan pasokan dari agen.

”Banyak juga pangkalan yang bagus. Nah, bagi pangkalan yang tidak bagus harus diberikan pelajaran biar ada efek jera,” katanya.

Menurutnya, pemerintah bisa membuat nomor telepon pengaduan. Sehingga warga bisa menyampaikan keluh kesah tentang pelayanan sebuah pangkalan.

Karyawan agen elpiji 3 kg menyusun tabung saat pengiriman gas ke pangkalan di Bengkong, beberapa waktu lalu. Pertamina akan menindak tegas agen atau pangkalan nakal. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Dari pengaduan ini, bisa ditindaklanjuti dan dipantau oleh pemerintah,” katanya.

Disperindag Panggil Pertamina
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam mengaku belum menerima laporan utuh terkait kelangkaan gas melon di wilayah Marina, Sekupang.

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengaku telah menyikapi informasi kelangkaan tersebut dan pihaknya kini mengumpulkan data atau informasi untuk ditindaklanjuti.

”Rencananya hari ini (kemarin) rapat sama Pertamina, tapi saya kumpulkan informasi dulu. Jadinya besok (hari ini) pukul 14.00 WIB di kantor Disperindag,” ujar Gustian ketika dikonfirmasi, Senin (14/10/2019) malam.

Sejauh ini, ia menyebut Pertamina telah menyalurkan elpiji sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Namun, karena disebut ada kelangkaan, pihaknya akan menindak tegas jika hal ini karena permainan agen dan pangkalan.

”Kalau seandainya kekurangan benar terjadi, kami akan tindak lanjuti. Sejauh ini yang disalurkan sesuai jumlah masyarakat (miskin), kalau ada yang main kami tindak tegas,” imbuhnya.

Sementara itu, pantauan Batam Pos, elpiji di pangkalan susah ditemui namun justru kios pinggir jalan ada yang menjual seperti di daerah Seibeduk. Dan tentunya, dijual di atas HET.(iza,yui,ian)