Rabu, 15 April 2026

Pemko Yakin RAPBD 2020 Selesai Tepat Waktu

Berita Terkait

batampos.co.id – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020 hingga kini belum selesai.

Walau demikian, Pemerintah Kota (Pemko) Batam meyakini pembahasan tersebut akan selesai tepat waktu.

”Tadi (kemarin) saya sudah rapat dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) teknis dan sudah mengerucut,” Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (14/10/2019).

“Besok (hari ini) kawan-kawan OPD akan kembali membahas bersama dewan,” katanya lagi.

Ia melanjutkan, proses akan berlanjut pada paripurna yang akan digelar Rabu (16/10) besok.

”Mudah-mudahan RAPBD di Rabu sudah ada titik temu dan seperti yang diamanatkan Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri), saya optimistis akan cepat selesai atau November sudah harus selesai,” kata dia.

Apakah akan ada program yang terpaksa tidak dijalankan yang termuat di dalam APBD kelak?

Dalam hal ini, ia menyampaikan dalam rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Batam mencuat empat poin, yakni rasionalisasi, optimalisasi dan efisiensi.

Alat berat sedang meratakan tanah untuk pembuatan lengan jalan di Simpang Basecamp, Kamis (26/9/2019).  Pada RAPD 2020 Pemko Batam fokus kepada pengembangan infrastruktur di Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Tapi akan dijalankan sesuai aturan yang ada. Misalnya, jika tak masuk di e-Planning jangan dimasukkan, harus dikeluarkan,” jelasnya.

“Kalau tak masuk Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) jangan paksa masuk juga,” terang dia lagi.

Ia mengaku, komponen infrastruktur tetap menjadi fokus utama tahun depan. Bahkan, jika memungkinkan fokus yang sama akan dipertahankan hingga 2025 mendatang.

”Kebutuhan akan infrastruktur kita ini banyak betul,” imbuhnya.

Namun, hal itu ia akui tidak sebanding dengan kemampuan keuangan daerah. Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Badan Pengusahaan (BP) Batam, Pemerintah Provinsi Kepri hingga pemerintah pusat.

”Pak Wali (Wali Kota Batam Muhammad Rudi) beberapa kali bertemu dengan BWS (Balai Wilayah Sungai), Kementerian PUPR juga Satker (Satuan Kerja) Jalan Kementerian PUPR. Baik tentang penanganan banjir, tentang dam, hingga jalan tol,” papar dia.

”Ini upaya yang kami kejar. Karena kami sadar, APBD tidak cukup kuat. Sementara kebutuhan infrastuktur luar biasa,” tambahnya.

Bahkan, ia mengaku meminta peran lebih Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Pemko Batam.

Seperti, pembagian wilayah tugas penghijauan Batam.

”OPD kami bagi habis tugasnya. Bagi setiap titik. Tidak hanya potensi yang ada kami juga membuka keterlibatan CSR dari perusahaan untuk ikut membangun Batam,” paparnya. (iza)

Update