batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna meluncurkan batik asli Natuna sebagai ikon daerah pada malam Natuna Expo, Sabtu (12/10/2019) lalu.

Batik tersebut bermotif kembang cengkih yang dipadukan daun bambu. Batik berwarna biru muda tersebut merupakan karya PKK Desa Pengadah yang dirancang tangan-tangan terampil sebagai hadiah hari jadi Kabupaten Natuna ke-20.

Pemilihan motif cengkih ini, berdasarkan pilihan audien dari 25 motif batik yang ditampilkan dalam pekan expo Natuna ke-20.

Bupati Natuna, Hamid Rizal, mengatakan, cengkih dan bambu merupakan tumbuhan khas Natuna yang banyak ditemukan.

Model memeragakan batik-batik yang diparmerkan pada acara Natuna Expo memperingati hari jadi Natuna ke-20, Sabtu (12/10/2019) lalu. Foto: Aulia Rahman/batampos.co.id

Batik yang sudah diluncurkan adalah ikon daerah yang wajib dikenakan masyarakat Natuna.

“Batik bermotif cengkih dan daun bambu ini akan dipatenkan sebagai batik Natuna. Pegawai pemerintah wajib gunakan batik ini sebagai kebanggaan daerah,” ujar Hamid.

Menurut Hamid, batik Natuna sudah mewakili kondisi alam Natuna, karena warna biru menggambarkan laut Natuna yang jernih dan alami.

Ditambah luas wilayah Natuna yang terdiri dari 99,25 persen merupakan lautan.

“Jadi, audien sangat tepat, pemilihan motif batik ini bukan tanpa alasan,” sebutnya.

Pihaknya, sambungnya, akan mengeluarkan surat edaran tentang pemakaian kain motif batik khas Natuna kepada para pegawai agar dipakai setiap acara tertentu.

Edaran tersebut sebagai upaya promosi dan sosialisasi kepada masyarakat.(arn)