batampos.co.id – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meluncurkan Top-100 National Calender of Event (CoE) 2020, Selasa (16/10/2019) malam di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar)

Pada sambutannya Pak Menteri menegaskan perlu 3 hal untuk meningkatkan kualitas

Ketiga hal itu adalah

  1. meningkatkan media value
  2. cultural creatives value
  3. meningkatkan CEO commitment

Menpar Arief Yahya menjelaskan, meningkatkan media value sangat penting untuk menarik kunjungan wisatawan ke event tersebut. Untuk ini perlu dialokasikan anggaran yang memadai minimal 50 persen untuk media value dan 50 persen penyelenggaraan event.

Dari separuh anggaran media value tersebut, menurut Arief Yahya, 50 persen dilakukan saat pre-event, 30 persen ketika on-event, dan 20 persen post-event (POP).

“Bagaimana penyelenggaraan event itu dikatakan sukses kalau tidak diketahui wisatawan. Suksesnya event kalau bisa meng-attract wisatawan dalam jumlah besar,” kata Arief Yahya.

Hal penting yang perlu dilakukan adalah meningkatkan cultural creatives value karena masih terjadi ketimpangan kualitas dalam penyelenggaraan event di daerah baik dari segi koreografi, arrangement music, maupun penataan kostum atau busana.

“Saya minta agar Tim Kurator CoE melakukan coaching clinic secara rutin setiap 3 bulan sekali untuk memberi pelatihan dalam meningkatkan cultural creatives,” kata Arief Yahya.

Selain itu pemerintah daerah perlu melakukan bechmarking ke daerah lain yang tercatat sukses dalam menyelenggarakan cultural event.

“Di antara event yang terbaik dan masuk dalam Top-10 dari 100 CoE adalah Pesta Kesenian Bali (PKB) yang setiap tahun sukses dalam penyelenggaraan parade maupun cultural event,” kata Arief Yahya.

CEO commitment merupakan komitmen gubernur dan bupati (kepala daerah). Kepala daerah dinilai Arief harus mempunyai komitmen kuat untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya antara lain dengan pengalokasian anggaran di sektor pariwisata.

“Para Kepala Disnas Pariwisata (Kadispar) bisa melakukan bechmarking ke Malaysia maupun Thailand. Pemerintah Thailand, misalnya, mewajibkan setiap desa memili satu event. Kita mempunyai 75.000 desa bila setiap desa memiliki satu event pariwisata akan luar biasa,” kata Arief Yahya.

Ada empat event Pariwisata Kepri masuk 100 CoE 2020.

  • Tour de bintan (Bintan)
  • Bintan triathlon (Bintan)
  • Kenduri seni melayu (Batam)
  • Festival pulau penyengat (Tanjungpinang)

Ajang Ironman 70.3 yang ajeg digelar di Bintan menjadi satu event masuk Top 10.

Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuty melaporkan, Tim Pelaksana CoE meminta kepada 34 provinsi agar masing-masing mengirimkan 10 event untuk dikurasi oleh Tim Kurator CoE.

“Ada daerah yang mengirim hanya 3 event, ada yang 20 event bahkan 43 event. Pada akhirnya terkumpul 369 event kemudian dikurasi,” kata Esthy Reko Astuty. (*)