batampos.co.id – Museum Batam akan dilengkapi Baking dan pusaka Tumenggung Abdul Jamal.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemko Batam Ardiwinata, mengatakan, Baking adalah tempat penyimpanan pakaian adat melayu zaman dulu.
Di mana usia Baking yang akan dipajang di Museum Batam sudah berumur ratusan tahun.
“Baking ini adalah tempat menyimpan baju pengantin Melayu dan diberi pewangi biar harum,” jelasnya, Selasa (15/10/2019).
Kata dia, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu baking. Sehingga sangat layak untuk dijadikan salah satu koleksi di Museum Batam.
“Makanya kita akan kenalkan di sana,” katanya.
Selain itu lanjutnya, barang-barang pusaka Temenggung Abdul Jamal juga akan diupayakan untuk dipajang di museum.
Kini pusaka tersebut masih berada di Kecamatan Bulang. Pusaka Temenggung Abdul Jamal terdiri dari kelapa laut, tombak, dan keris.

“Jadi kita akan berdialog dan berdiskusi dengan pihak keluarga agar barang-barang tersebut bisa kita bawa ke museum,” paparnya.
“Jadi pengunjung bisa mengetahui dan lebih dekat dengan Temenggung Abdul Jamal,” katanya lagi.
Ia mengatakan, selama ini Temenggung Abdul Jamal diketahui masyarakat Batam adalah nama stadion sepakbola di daerah Muka Kuning.
Hingga saat ini kata dia, banyak yang tidak tahu ketokohan salah satu penguasa daerah Batam saat kerajaan Riau Lingga tersebut.
“Jadi akan lebih dikenal dengan pusaka yang dimiliki beliau. Mudah-mudahan keluarga bisa setuju,” tuturnya.
Selain itu, sudah ada ratusan keping keramik dari zaman Dinasti Ming.
Kata dia, ratusan keramik tersebut diserahkan Kejaksaan Negeri Kota Batam dan TNI AL ke Pemko Batam beberapa waktu lalu.
Di museum akan dipajang juga foto-foto perjalanan Kota Batam dari zaman dulu mulai sejak bergabung ke Riau, Otorita Batam, hingga ke BP Batam dan menjadi kota Otonom.
Termasuk foto-foto sejumlah tokoh penting yang berperan dalam pembangunan Batam sejak dulu.
“Saya lagi mengupayakan surat-surat penting dan berharga di zaman dulu. Ini juga bisa menjadi sejarah perjalanan Kota Batam dari zaman dulu,” katanya.
Sementara itu, anggota komisi II DPRD Kota Batam, Mulia Rindo mengatakan, sejarah Batam memang sudah selayaknya dipajang dalam sebuah museum.
Banyak warga Batam yang belum tahu mengenai sejarah terbentuknya Batam.
“Kalau saya pribadi sangat mendukung. Ada beberapa tokoh Melayu yang belum diketahui banyak pihak seperti Nong Isa, Temenggung Abdul Jamal dan tokoh lainnya. Kita memang harus melestarikannya,” katanya.(ian)
