batampos.co.id – Pemenuhan angkutan umum laik di Batam belum sesuai harapan. Pasalnya, banyak ditemui angkutan umum yang tidak laik jalan.

Parahnya lagi, banyak angkutan umum tak laik itu kerap ugal-ugalan di jalan raya dan membahayakan pengendara lain maupun penumpang di dalamnya.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam telah melakukan rapat koordinasi dengan polisi, organda maupun pengusaha angkutan umum.

Rapat ini membuahkan hasil dalam waktu dekat akan ada razia dan angkutan yang melebihi usia operasional dan tidak laik jalan, akan ditindak.

”Yang melebihi usia operasional dan kami anggap tidak laik, kami panggil badan usahanya dan berikan surat pemberitahuan untuk menghitamkan pelat, kalau dihitamkan tak lagi jadi angkutan umum, tapi angkutan pribadi,” kata Kabid Lalu lintas Dishub Batam, Edward Purba, Selasa (15/10/2019) sore.

Dengan beralih jadi pelat hitam, otomatis kendaraan tersebut tak boleh lagi me-ngangkut penumpang dan jadi mobil pribadi.

Untuk diketahui, penanganan angkutan umum tidak laik jalan ini tak kunjung tuntas meski Kepala Dishub Batam telah berganti beberapa kali.

Angkutan umum dengan badan kendaraan terlihat rusak melintas di Jalan R Suprapto, Sagulung, beberapa waktu lalu. Dishub Batam akan menertibkan angkutan umum tak laik jalan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.idBatam, 

Tak heran, Batam tidak mendapat penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN), yang merupakan penghargaan bagi kota-kota yang mampu menata transportasi publiknya dengan baik.

Penghargaan ini terakhir diraih pada 2017 lalu. Soal ini, Edward berdalih Batam bukan tidak mampu.

Melainkan ada keterlambatan informasi yang didapat Dishub Batam sehingga tidak bisa ikut serta.

Bahkan, pihaknya bera-lasan Dishub sedang fokus ikut andil membangun Batam.

”Kami juga fokus ke pembangunan di kota dan infrastruktur, untuk WTN seperti terlupakan,” katanya.

Dalam hal ini, ia menyebutkan selain Batam, banyak daerah lain yang juga tidak ikut.

”Banyak daerah juga yang tidak ikut, bukan tidak mau ikut. Kita fokus maksimalkan infrastruktur di kota,” kilah-nya.(iza)