batampos.co.id – Pemko Batam menyebutkan pedagang di pasar induk akan rampung direlokasi, Oktober ini.

”Pokoknya Oktober ini harus bebas pedagang. DED-nya sudah berjalan,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau, Senin (14/10/2019).

Ia mengatakan, kegiatan penertiban tidak bisa lagi di-tunda. Untuk diketahui, tarik ulur penertiban pasar yang bakal dibangun kembali ini kerap ditunda.

”Pemerintah pusat sudah mendorong pembersihan, untuk memastikan Batam dapat (program) revitalisasi pasar ini,” imbuhnya.

Walau demikian, berbagai tahapan sudah dimulai. Salah satunya yakni menertibkan terlebih dahulu pedagang di row jalan sekitar pasar.

”Sambil potong-potong pohon yang pinggir jalan, kegiatan ini sebagai tanda mulai,” katanya.

Pasar Induk, Jodoh. Disperindag Kota Batam memperingatkan kepada para pedagang agar segera mengosongkan lokasi tersebut pada Oktober ini. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ditanya perihal apakah langkah awal penertiban ini termasuk lokasi lain seperti di Jodoh Boulevard dan Tos 3000, Gustian mengatakan, tidak dilakukan bersamaan.

Dalam artian akan dilakukan bertahap.

”Kita fokus yang sekitar pasar induk dulu,” katanya.

Menurut dia, setelah pasar tersebut dibangun kembali, para pedagang yang semula sudah didata akan kembali berjualan di pasar yang kelak akan dibangun lebih bagus.

”Kami data, ada 1.808 pedagang (termasuk PKL) dari tiga lokasi berbeda, yaitu dari pasar induk, Jodoh Boulevard dan sekitar Tos 3000,” katanya.

“Kalau nama sejak awal ada akan masuk, di luar yang kami data tidak ada penambahan,” terangnya lagi.

Disperindag memastikan, jumlah pedagang yang didata akan tertampung di pasar yang akan dibangun lima lantai ini.

Sementara itu pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk revitalisasi pasar ini.

”Jadi kalau sudah bersih tak ada lagi alasan pusat tidak kucurkan dana. Tahun ini harus kosong, tahun depan sudah mulai dibangun,” pungkasnya.(iza)