batampos.co.id – PT Kabil Citranusa akan membangun pembangkit listrik untuk kebutuhan industri.

Untuk mendapatkan dukungan perizinan dan moril, perwakilan dari pemilik Kawasan Industri Terpadu Kabil (KITK) tersebut menemui Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Selasa (15/10/2019) di Gedung BP Batam.

Untuk membangun pembangkit listrik bertenaga gas tersebut, Kabil Citranusa bekerja sama dengan PT Maxpower Indonesia.

Keduanya akan membentuk PT Sarana Daya Kabil sebagai pengelola pembangkit listrik tersebut.

“Perusahaan tersebut akan melakukan usaha di bidang utilitas yang menyediakan pembangkit listrik menggunakan gas, air bersih, uap, air dingin, pengolahan air, pengolahan air limbah dan komunikasi,” kata Direktur Utama PT Kabil Citranusa, Peters Vincent.

Sebagai permulaan, PT Sarana Daya Kabil akan memasok listrik dan utilitas tambahan di KITK dan Nongsa Digital Park.

Ilustrasi. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

“Tidak menutup kemungkinan untuk memperluas pasokan listrik dan utilitas tambahan bagi pelanggan lain di kawasan Batam yang membutuhkan,” ucapnya.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan fakta kerja sama pada 19 Juni 2019 lalu oleh perusahaan induk kedua belah pihak yakni PT Infra Daya Energia dan PT Citra Agramasinti Nusantara.

“Ini merupakan dasar dari kerja sama kedua belah pihak untuk membangun pembangkit listrik bertenaga gas di KITK dan penjualan serta distribusi gas di Batam,” paparnya.

Peters kemudian menuturkan kapasitas awal nanti sekitar 50 MW, dimana pembangunan dimulai tahun depan.

Pendirian PT Sarana Daya Kabil ini merupakan bagian dari rencana pengembangan usaha dari PT Maxpower Indonesia untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pasokan listrik nasional.

Direktur Utama PT Maxpower Indonesia, Fazil Erwin Alfitri, mengatakan, Maxpower adalah bagian dari Medco Group yang berusaha di bidang pembangkit listrik tenaga gas.

“Maxpower memiliki kapasitas listrik terpasang 350 MV dengan lokasi pembangkit listrik yang tersebar dari Aceh hingga Papua dan juga di Myanmar,” paparnya.

Di tempat yang sama, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, mengenai lahan akan segera dibantu dan mengenai perizinan akan dipercepat.

“Kalau dipakainya di Kabil tentu tidak masalah. Secepatnya kirim surat ke saya, maka akan saya selesaikan secepatnya,” janjinya.(leo)