batampos.co.id – Daging ilegal seberat 3,9 ton daging ilegal dibakar oleh Balai Karantina Pertanian Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara),

Selain itu 2,6 ton beras dan 3,5 ton beras ketan asal Malaysia juga dimusnahkan. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Kepatuhan, Kerja Sama dan Informasi Perkarantinaan, Suryo Irianto, mengatakan, sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan dan Tumbuhan, barang tersebut harus dimusnahkan.

Menurutnya, Kaltara yang berbatasan dengan Malaysia memang rentan terhadap penyelundupan.

Barang-barang yang dibawa ke wilayah Kaltara, kata dia, tidak disertai sertifikat kesehatan sanitari, tumbuhan maupun karantina hewan.

ilustrasi

“Makanya harus dimusnahkan. Karena tidak ada jaminan kesehatan dari negara asal. Potensi virus penyakit mulut dan kuku (PMK) bisa saja akibat dari hama penyakit hewan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Kamis (17/10/2019).

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Tarakan, Akhmad Alfaraby, menyebut, bahwa lalu lintas daging kerbau ilegal di Kaltara mengalami peningkatan.

Berdasarkan data 2018, terdapat dua kali penahanan produk daging ilegal sebanyak 1,3 ton. Sementara, pada 2019 ada tujuh kali penahanan sebanyak 3,9 ton daging ilegal.

“Kalau daging impor Malaysia harganya ekonomis dibanding daging lokal. Makanya banyak peminat,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa selama Januari hingga Oktober ini, ada 210 tindakan karantina. Sementara selama 2018, hanya 123 kali.

“Kan meningkat tuh. Makanya kami sudah bekerja sama dengan instansi terkait,” ujarnya.(jpg)