batampos.co.id – Layanan Jemput Bola yang diselenggarakan BPJS Kesehatan masih
berlangsung.

Kali ini petugas BPJS Kesehatan menyambangi masyarakat Kelurahan Tanjungriau tepatnya di Kantor Lurah Tanjung Riau.

Seperti biasa layanan tersebut melayani pendaftaran peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), perubahan data peserta, pencetakan kartu JKN-KIS, pemberian informasi, penyampaian pengaduan dan registrasi mobile JKN.

Petugas BPJS Kesehatan, Rina, mengatakan layanan jemput bola di kelurahan tersebut berlangsung dari Senin (14/10/2019) hingga Jumat (18/10/2019).

Mengingat jarak wilayah tersebut yang cukup jauh dari kantor cabang, diimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut dengan sebaik-sebaiknya.

“Di Tanjungriau hanya sampai Jumat, minggu depan sudah pindah ke lokasi lain, yuk
masyarakat Tanjung Riau yang belum daftar segera merapat ke kantor lurah,” kata Rina.

Petugas BPJS Kesehatan bersama salah satu warga Tanjungriau. Foto: Dokumentasi BPJS Kesehatan Kota Batam untuk batampos.co.id

Bagi peserta yang belum mendaftar, cukup membawa persyaratan seperti fotokopi Kartu
Keluarga (KK), fotokopi KTP, fotokopi buku rekening tabungan (BNI, BRI, Mandiri, BCA),
fotokopi KTP pemilik rekening dan dilengkapi dengan materai 6000 kemudian langsung
mendapat nomor virtual account.

Tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS,
layanan ini pun dapat dimanfaatkan oleh peserta JKN-KIS untuk mendapatkan informasi
terkait program JKN-KIS.

Seperti yang di lakukan oleh Mandak, 68, yang ingin mengetahui status kepesertaannya.

“Saya punya KIS yang dari pemerintah, tapi tidak bisa lagi digunakan, sekarang saya mau
cek biar bisa pakai lagi,” ungkap Mandak.

Selama ini ia mengaku rutin berkunjung ke RS Badan Pengusahaan Batam untuk
memeriksakan penyakit jantung dan asam lambung yang dideritanya.

Namun beberapa waktu yang lalu harus terhenti karena kartunya tidak bisa digunakan lantaran dinonaktifkan sebagai peserta PBI.

“Saya minta solusi bagaimana caranya agar saya dapat berobat dengan KIS, karena saya
tidak ada penghasilan pasti, dan butuh untuk berobat, program ini yang saya butuhkan,”
ungkapnya.

Mandak kemudian mendaftarkan diri sebagai peserta PBPU Kelas III berdasarkan
solusi dari Petugas BPJS Kesehatan agar yang bersangkutan dapat segera memanfaatkan
KIS untuk berobat.

“Karena yang bersangkutan nonaktifnya per akhir September kemarin, jadi ketika daftar
sebagai peserta PBPU dan membayar, KIS nya bisa langsung aktif lagi,” ujar Rina.(*)