batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam bakal merombak Pelabuhan Batuampar. Pelindo II disebut akan membangun pelabuhan tersebut.

“Kami lagi minta petunjuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, (pembangunan) mungkin kerjasama dengan Pelindo II,” kata Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, di Kantor DPRD Batam, Rabu (16/10/2019).

Menurut dia, dengan terlibatnya perusahaan plat merah tersebut dipastikan tidak ada lelang. “Artinya kalau Pelindo dua tak pakai lelang kan punya negara,” tambah dia.

Jika demikian, apakah ruang untuk investor non pemerintah maupun asing tertutup? Rudi menyebutkan melibatkan perusahaan milik pemerintah dapat membuat pekerjaan lebih cepat.

“Kalau mau cepat itu, kalau lelang panjang urusannya. Proses suratnya saja tak bisa dalam dua atau tiga bulan. Harus izin harus itu. Kalau punya negara kan bisa langsung,” papar dia.

Kabar akan dibangun Pelindo II bukanlah hal baru. Bahkan sudah bergulir dan diarahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Kepala BP Batam sebelum Rudi.

Sejumlah pekerja sedang melakukan bongkar muat barang dari kapal di Pelabuhan Batuampar, Kamis (8/2/2019) lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Posampar

Perihal proyek ini berjalan dengan lancar tanpa kendala, Rudi mengaku optimis.

“Yang dulu saya tak tau, kan baru (Kepala BP) . Soal optimis saya optimis sajalah,” imbuhnya.

Wacana pengembangan Pelabuhan Batuampar ini pernah disampaikan langsung oleh JK saat berkunjung ke Batam pada awal April lalu.

Selain meningkatkan kapasitas pelabuhan, JK juga meminta tarif logistik di Pelabuhan Batuampar dipangkas.

“Saya rapat dengan Menko, Wako, dan Kepala BP ingin meyakinkan bahwa efisiensi di Pelabuhan Batuampar bisa jalan sehingga biayanya tidak lebih mahal dibandingkan dengan pelabuhan lain,” kata JK, saat itu.

JK memberikan target agar mengurangi biaya angkut kontainer hingga mencapai 250 dolar Amerika untuk kontainer 40 feet dari sebelumnya yang mencapai 714 dolar Amerika.

Sedangkan untuk kontainer 20 feet ditargetkan biayanya turun dari 534 dolar Amerika menjadi 169 dolar Amerika

Biaya-biaya tak perlu itu terjadi karena crane di sana masih crane biasa bukan gantry crane. Lalu masih ada gudang-gudang yang tak digunakan,” paparnya.

Dengan biaya logistik hanya 250 dolar Amerika untuk kontainer 40 feet, maka tarif Pelabuhan Batuampar tidak akan lebih mahal daripada Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta. (iza)