batampos.co.id – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam akan memasang saluran kotak utilitas atau box culvert di Jalan Raja Isa, persisnya di depan Kantor Samsat dan SPBU Batam Center mulai Jumat (18/10/2019) hingga Rabu (30/10/2019) mendatang.

Efek dari pengerjaan tersebut akan terjadi penyempitan jalur kendaraan di ruas jalan tersebut.

”Ini merupakan upaya untuk mengatasi persoalan banjir yang selalu terjadi di jalan tersebut,” kata Kepala DBMSDA Batam, Yumasnur, Rabu (16/10/2019).

“Jadi, perlu ada peningkatan infrastruktur agar aliran air lancar dan tidak menggenangi permukaan jalan,” jelasnya lagi.

Ia menjelaskan, pemasangan box culvert membutuhkan waktu yang cukup lama. Saat ini, di lokasi proyek terdapat rangkaian pipa gas milik PGN.

Karena itu, pengerjaan membutuhkan waktu yang lebih lama. Namun, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait perihal pekerjaan pembuatan bangunan pelintas tersebut.

Satu unit alat berat mengeruk tanah untuk pembuatan box culvert di Simpang kabil beberapa waktu lalu. Hal serupa juga akan dilakukan di depan kantor Samsat Batam Centre dengan tujuan untuk mengatasi banjir di ruas jalan tersebut. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Akibat pengerjaan proyek tersebut, akan ada penyempitan jalan dan menghambat kelancaran arus lalu lintas.

Kata dia, kendaraan tetap bisa melewati jalur di sebelahnya. Satu jalur akan digunakan untuk dua arah sekaligus.

”Kami menyarankan agar pengendara bisa mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan,” anjurnya.

Tahun ini, lanjutnya, ada beberapa proyek pemasangan box culvert untuk mengentaskan persoalan banjir yang sering terjadi.

Seperti di Tanjunguncang dan jalan menuju sekolah Yos Sudarso yang sudah rampung, beberapa waktu lalu.

”Cuma yang itu tidak terlalu menghambat arus lalu lintas seperti yang di Samsat ini. Mudah-mudahan pengerjaan berjalan lancar. Jalan tidak banjir lagi dan pengendara bisa melintas kembali,” harapnya.

Ia meminta kepada pengendara bisa memahami kondisi tersebut. Pemasangan box culvert diharapkan bisa mengurangi titik banjir, terutama saat musim hujan.

”Curah hujan cukup tinggi. Sebentar saja sudah bisa banjir. Untuk itu perbaikan saluran air diperlukan agar aliran air lancar,” terang Yumasnur.

Sejumlah pengendara yang kerap melintas di Jalan Raja Isa belum mendapat informasi akan adanya pengerjaan box culvert tersebut.

Meski begitu, jika memang ada perbaikan warga berharap pengerjaan tidak molor dari waktu yang telah ditentukan.

”Setahu saya memang akan ada perbaikan, tapi sekarang belum ada tanda-tanda pengerjaan. Kalau pun ada, jangan molor,” ujar Juliana, salah satu pengendara yang kerap melintas di jalan tersebut.

Menurutnya, Jalan Raja Isa termasuk jalan yang cukup padat dilalui kendaraan. Hampir setiap pagi dan sore, jalan tersebut macet dan antrean kendaraan bisa berjajar cukup panjang.

”Macet karena U-turn-nya dekat dengan SPBU, padahal kalau pagi dan sore, sering antre kendaraan yang mau isi BBM (Bahan Bakar Minyak),” tuturnya.

Tak hanya macet, menurut Juliana, setiap hujan jalan tersebut memang menjadi langganan banjir setinggi 30 sentimeter.

Banyak kendaraan warga yang akhirnya mogok karena kemasukan air.

”Padahal hujan sesaat, tapi banjirnya sudah tinggi. Surutnya memang cepat juga,” terang Juliana lagi.

Hal senada diungkapkan Denny, pengendara lainnya. Ia malah mendukung adanya perbaikan drainase di kawasan tersebut, karena kerap banjir.

Namun di satu sisi, ia berharap adanya perbaikan jalan karena kondisi jalan ada tidak rata dan juga ada lubang jalan.

”Satu lagi, U-turn-nya kalau bisa dipindah, sebab sering bikin macet,” pungkasnya.(yui/she)