batampos.co.id – Ketua Persatuan Tenis Meja Indonesia (PTMSI) Kepri, Ruslan Kasbulatov, meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam meyediakan lahan sebagai tempat latihan para petenis meja di Batam.

“Kami ini sewa gudang di kawasan industri di Batamcentre Rp 200 juta pertahun,” kata ketua PTMSI Kepri, Ruslan, Rabu (16/10/2019).

“Makanya kami minta lahan satu hektar saja dari BP. Saya sudah siapkan dana Rp 18 miliar untuk bangun tempat latihan,” ujarnya lagi.

Ia memang berharap BP Batam ikut memasyaratkan olahraga di Batam. Pasalnya olahraga dapat membuat generasi muda di Batam berperilaku positif.

Para peserta melakukan pemanasan sebelum pertandingan tenis meja dilaksanakan. PTMSI Provinsi Kepri menyediakan anggaran Rp 18 miliar untuk pembangunan sarana olah raga tersebut. Foto: Dokuemntasi BP Batam untuk batampos.co.id

Dengan kelengkapan infrastruktur berupa gedung olahraga, maka akan lebih mudah dalam membina bibit-bibit muda petenis meja.

Apalagi dalam waktu dekat, kompetisi tenis meja internasional akan kembali digelar di Hi Test Arena menjelang akhir tahun nanti.

Menanggapi permintaan tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan permintaan PTMSI tersebut.

“Tinggal usulkan (pengajuan lahan) agar bisa diproses. Ada prosesnya di bagian lahan nanti. Apalagi sekarang pak Kepala BP perhatian dengan olahraga,” katanya.

Menurutnya, tenis meja merupakan cabang olahraga yang menarik.

“Tenis meja ini menyampaikan dimensi yang positif agar bisa berpikir lebih produktif,” ujarnya.

“Kalau sudah produktif, maka bisa menjadi pribadi yang jujur,” katanya lagi.(leo)