batampos.co.id – Upah Minimum Kota (UMK) Batam tahun 2020 yang diperkirakan mencapai Rp 4.130.279 sesuai formula penghitungan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, akan membuat Batam menjadi salah satu kota dengan UMK tertinggi di Asia Tenggara.

Bagi pengusaha kawasan industri, angka tersebut dianggap membuat Batam tidak kompetitif lagi.

”Dengan kenaikan 8,51 persen, maka dapat dipastikan Batam sudah tidak kompetitif lagi untuk regional Asia Tenggara yang notabene adalah negara-negara pesaing Batam, kecuali Singapura,” kata Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng, Kamis (17/10/2019).

Saat ini, perekonomian Singapura yang merupakan mitra utama produk ekspor Batam, tengah mengalami resesi.

Sehingga, kenaikan UMK ini jelas akan berpengaruh pada kelancaran dunia usaha di Batam.

Massa buruh dari beberapa serikat pekerja di Batam menggelar demontrasi di depan kantor Wali Kota Batam, Rabu (2/10/2019). Mereka menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Dari segi upah, jelas kita kalah. Makanya yang harus didorong adalah dari sisi peningkatan produktivitas kerja, perbaikan aturan untuk investasi yang lebih bersahabat,” jelasnya.

Selain itu, untuk menjaga iklim investasi agar tetap kondusif, pemangkasan biaya logistik juga harus dipercepat.

”UMK itu sebenarnya adalah safety net untuk pekerja yang baru atau yang belum genap setahun,” paparnya.

“Lalu setelah setahun ke atas perlu diperhatikan adalah struktur dan skala upah atau dikenal dengan nama SUSU yang berbasis kinerja sehingga tiap tahun kita tidak perlu ribut lagi dengan pembahasan upah sektoral,” ujarnya lagi.

Hingga saat ini, UMK terbesar di Asia Tenggara dimiliki Thailand dengan nilai sebesar Rp 4.667.000.

Dengan kenaikan UMK Batam menjadi Rp 4.130.279, maka Indonesia secara umum menjadi nomor dua.

Berikutnya, UMK Malaysia sebesar Rp 4.082.000. Lalu, UMK Filipina sebesar Rp 3.441.000.

Sedangkan negara yang jadi primadona investasi saat ini, Vietnam memiliki UMK sebesar Rp 2.706.294.

Baru kemudian ada Kamboja dengan UMK sebesar Rp 2.660.000 dan terakhir Myanmar dengan UMK Rp 1.441.860.(leo)