batampos.co.id – Banyaknya jumlah pencari kerja di Batam menjadi pekerjaan rumah buat Pemko Batam.

DPRD Batam berharap perusahaan yang ada di Batam tidak lagi melakukan perekrutan dari luar Batam.

Tetapi sebaliknya, perusahaan harus mengutamakan pencari kerja yang ber-KTP Batam.

”Siapa bilang perekrutan karyawan tak ada, banyak perusahaan yang terus menerima tenaga kerja,” jelas anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Ahmad Surya, Jumat (18/10/2019).

“Tetapi banyak juga perusahaan yang malah ambil karyawan operator dari luar daerah,” katanya lagi.

Baca Juga: Disnaker Berikan Pelatihan Kepada Pencaker Selama Dua Bulan ke BLK Kota Padang

Karena itu, Surya meminta Dinas Tenaga Kerja mengimbau semua perusahaan agar tak ada yang merekrut dari luar Batam.

Selain itu, ia berharap agar pelatihan kerja yang dilakukan Disnaker Batam bisa lebih efektif kalau ada kerja sama antara pemerintah dan perusahaan.

Para pencari kerja memenuhhi Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo, Mukakuning beberapa waktu lalu.
Foto: Yulitavia/batampos.co.id

”Kalau memang sudah ada yang selesai dan lulus pelatihan, harusnya pesertanya tidak ada lagi yang meng­ganggur,” ujarnya.

“Mereka harusnya su­dah bekerja di perusahaan yang sesuai dengan bidang keahliannya,” papar Surya.

Selain itu, politikus Gerindra itu juga berharap ada pelatihan kewirausahaan baik dari Disnaker dan dinas terkait.

Baca Juga: Kadisnaker: Bursa Kerja Kurang Membantu Pencaker

”Kalau memang tidak kerja di perusahaan, paling tidak bisa membuka usaha kecil-kecilan,” katanya.

Hal yang sama disampaikan anggota Komisi IV lainnya, Aman. Menurutnya, secara legal tidak ada aturan yang tidak memperbolehkan orang luar Batam menjadi pekerja di Batam.

Tapi jika banyak perusahaan Batam yang merekrut pekerja sekelas operator dari luar daerah, kesempatan warga Batam yang mencari kerja semakin kecil.

”Memang tidak ada aturan yang melarang,” tuturnya.

“Tetapi menurut saya sih memang lebih baik perusahaan juga punya komitmen untuk mengutamakan pencaker ber-KTP Batam,” katanya.

Bahkan ia berharap ada Perda yang bisa mengatur ini, sehingga pencaker Batam bisa dilindungi.

”Kalau menurut saya sih kalau untuk posisi top level di perusahaan, rekrut dari luar Batam pun tak apa-apa,” ujarnya.

Namun kata dia, jangan sampai untuk posisi operator juga direkrut dari luar Batam. Sementara itu, ia berharap pelatihan kerja terhadap pencari kerja tetap rutin dilakukan setiap tahun.

Dimana pelatihan ini harus menjalin kerja sama dengan perusahaan. Ini penting dengan harapan pencari kerja bisa langsung diterima usai selesai pelatihan.(ian)