batampos.co.id – Sekitar 30 warga negara asing (WNA) yang merupakan penghuni Apartemen Indah Puri Golf Resort mempro­tes kebijakan dari pengelola apartemen tersebut. Penyebabnya, pihak pengelola apartemen menagih pembayaran UWT (Uang Wajib Tahunan)  perpanjangan dengan tarif tinggi, yakni Rp 12 juta per meter per 14 Oktober lalu. Sehingga dengan luas apartemen yang rata-rata mencapai 100 me­ter ke atas, maka penghuninya harus membayar minimal Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar.

Sebagai catatan tanah di Batam ialah hak guna bangunan bukan hal milik oleh karenanya secara berkala harus diperbarui dengan membayar ulang UWT.

“Rp 12 juta per meter untuk UWT dan kata mereka ada renovasi perbaikan atapnya. Rumah saya luasnya 140 meter, maka harus bayar Rp 1,6 miliar. Itu tidak masuk akal karena lebih bagus beli apartemen yang baru saja,” kata ketua Asosiasi Penghuni Apartemen Indah Puri Golf Resort, Janes Sibuea, Sabtu (19/10), di Batam Centre.

Menurut para ekspatriat tersebut, tarif UWTO yang dibebankan Indah Puri sangat keterlaluan.

Karena, menurut sepengetahuan mereka, tarif UWTO untuk apartemen itu sesuai dengan peraturan yang diterbitkan BP Batam ada di rentang Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu-an per meter.

“Tahun lalu memang UWTO-nya sudah habis. Dan mereka sudah mengirimkan surat peringatan bahwa jika tak dibayar, maka akan diusir. Sekarang saja sudah diminta balikkan kunci dengan cara paksa,” paparnya.

ilustrasi

Selain persoalan UWTO, para ekspatriat yang kebanyakan berasal dari Amerika ini dipusingkan lagi dengan datangnya tagihan biaya perawatan apartemen (maintenance).

“Sudah beberapa tahun terakhir, mereka menagih uang maintenance ke setiap pemilik dengan harga mahal.

Terpisah, saat dikonfirmasi Batam Pos melalui pesan WhatsApp, General Manager Indah Puri Golf Resor, Adi Putra, menyayangkan sikap para ekspatriat tersebut yang bicara ke media.

“Suruh saja mereka bertemu saya. Saya tidak kemana-mana,” jelasnya.

Namun, Adi enggan berkomentar lebih jauh soal keluhan itu. Ia berjanji akan menyampaikan kepada media secara terbuka, bagaimana dan seperti apa duduk persoalan yang sebenarnya.

“Saya minta izin sama top management dulu ya,” ujarnya. (leo)