
batampos.co.id – Ruslan Ali Wasyim lahir dan besar di Batam. Di pesisir Pulau Batam, Nongsa.
Baginya, Partai Golkar bukan partai yang asing baginya. “Ayahku dulu pengurus Golkar,” Ruslan memulai kisahnya.
Ruslan remaja kerap terlibat kegiatan Golkar. “Yah yang kecil-kecil gitu lah…” kenangnya.
Mengirim perangkat kampanye, menempel tanda gambar iala salah satu tugas yang ia emban.
Ruslan menapaki langkah politiknya dari yang terendah. Ia sendiri memgang kartu anggota Golkar sejak tahun 1987.
Ia, kelak, dipercaya untuk mengorganisir pemuda. Meningkat menjadi ketua tingkat kelurahan dan kecamatan.
Kini ia menjadi ketua tingkat kota. Jabatan resminya Ketua DPD Golkar Kota Batam.
Partai Golkar menjadi salah satu partai yang mendominasi kursi di DPRD Batam. Periode ini mereka memiliki 7 kursi. Periode sebelumnya pun 7 kursi.
Angka itu menunjukkan Partai Golkar masih disukai oleh masyarakat. Kader yang masuk pun banyak yang masih muda.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana
Ruslan mampu memaknai fenomena ini. Ditengah munculnya partai baru, mengapa Partai Golkar mnasih diminati anak muda?
“Jam terbang,” sahut suami Ade Sulistyani ini.
Ruslan melanjutkan, Partai Golkar telah melewati masa figur. Partai Golkar tidak lagi melihat seorang figur untuk membesarkan partai.
Namun ada satu hal yng belum kesampaian. Menjadi pemimpin Kota Batam.
Potensi inilah yang Ruslan akan maksimalkan.
Langkah awal untul mewujudkan potensi itu telah dilakukan.
12 Pimpinan Kecamatan Partai Golkar se Kota Batam menyampaikan pernyataan sikap mereka untuk mendukung Ruslan Ali Wasyim maju dalam rivalitas Pilwako Batam 2020 mendatang.
Pernyataan sikap itu mereka sampaikan bersamaan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Partai Golkar ke 55 diadakan di kantor DPD Batam Center, Minggu (20/10/2019).
Ia mencari pasangan seseorang yang memiliki jaringan luas yang tidak saja regional tetapi juga internasional.
“Batam ini heterogen, harus dipimpin oleh perpeduan orang lokal dan pendatang. Anshor dan muhajirin,” ucapnya. (ptt)
