Para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, kini memiliki nilai jual tinggi. Meski hanya mengenggam ijazah SMK, mereka bisa memperoleh penghasilan hingga Rp 15 juta per bulan. Hal itu diperoleh setelah adanya pendidikan vokasi yang diberikan PT Citra Tubindo kepada para pelajar yang terletak di Kampung Tua Panau tersebut.
Messa Haris, Batam
Kepala SMKN 6 Kota Batam, Deden Suryana, mengatakan, dengan adanya pendidikan vokasi yang diberikan PT Citra Mas Group, tepatnya di PT Citra Tubindo dan membuat para siswanya berlomba-lomba untuk masuk dalam kelas industri.
Ya kelas tersebut merupakan tempat bagi para pelajar SMKN 6 yang akan mendapatkan kesempatan magang di perusahaan yang bergerak pembuatan pipa tersebut.
Sehingga para siswanya nanti bukan hanya bias bekerja, tapi sudah siap pakai.
Menurutnya, bukan tanpa alasan ratusan siswanya memilih untuk masuk kelas industri.
Selain mendapatkan pendidikan langsung dari para ahlinya, mereka berkesempatan mengantongi sertifikat magang dari perusahaan yang sudah go internasional tersebut.
“Untuk masuk kelas industri para siswa harus melalui serangkaian tes yang sama seperti saat perusahaan melakukan rekrutmen karyawan,” jelasnya, Senin (21/10/2019).
Deden menjelaskan, para siswanya mengikuti magang di PT Citra Tubindo selama enam bulan atau sekitar 1000 jam. Hasilnya pun sangat memuaskan.
Siswa-siswa dinilai sangat terampil saat mengikuti magang di perusahaan tersebut.

Deden menjelaskan, kerjasama dengan PT Citra Tubindo dilakukan sejak 2013 lalu. Saat itu lanjutnya ada beberapa SMK yang bekerja sama dengan Citra Tubindo.
Namun pada 2017 lalu, Citra Tubindo memantapkan hati hanya melakukan kerjasama dengan SMKN 6 Kota Batam. Alasannya, SMKN 6 Kota Batam dinilai sangat berkomitmen.
Dalam artian, para siswa sudah diberikan kesempatan magang di PT Citra Tubindo berkeinginan besar untuk bekerja di perusahaan tersebut.
“PT Citra Tubindo tidak mengikat siswa kita untuk bekerja di perusahaan mereka, tapi kebanyakan siswa kita sangat ingin bekerja di sana,” jelasnya.
Kata dia, upah yang didapatkan para siswa saat bekerja di perusahaan tersebut cukup besar antara Rp 9 juta hingga Rp 15 juta per bulan.
Nilai itu lanjutnya, sangat besar bagi seorang lulusan SMK. Kata dia dengan adanya pendidikan vokasi Sumber Daya Manusia (SDM) lulusan SMKN 6 Batam saat ini tidak hanya dilirik PT Citra Tubindo saja, tapi juga kawasan industri lainnya yang berada di Kabil.
Menurutnya setiap tahun beberapa perusahaan melakukan rekrutmen tenaga kerja di sekolah mereka. Bahkan salah satu alumni SMKN 6 Kota Batam kini ada yang sudah bekerja di Yokohama, Jepang.
Melakukan Sinkronisai Kurikulum
Deden menjelaskan sebelum melakukan kerjasama pihak sekolah dengan PT Citra Tubindo melakukan sinkronisasi kurikulum. Dengan tujuan agar apa-apa yang diajarkan di sekolah bias diterapkan para siswanya saat magang di perusahaan tersebut.
“Dalam artian kita berdiskusi dengan industri mengenai kompetensi apa saja yang dipersyaratkan untuk seseorang bisa bekerja di industri dan kita mengadopsi itu,” jelasnya.
Dengan pola itu para siswa tidak hanya mendapatkan pelajaran dari guru-gurunya di sekolah tapi juga dari guru tamu yang di datangkan PT Citra Tubindo ke SMKN 6 Kota Batam.
Selain itu para tenaga pendidik, juga diberikan pendidikan atau magang di PT Citra Tubindo selama tiga bulan sebelum memberikan materi kepada para siswanya.
“Selain itu kita juga ada program teaching factory dan ini menjadi salah satu kekuatan kita kerjasama dengan kawasan industri Citra,” jelasnya.
Program teaching factory kata dia, pihak perusahaan memberikan job kepada pihak sekolah yang bisa dikerjakan oleh para siswa dan guru.
Menurutnya pada sinkronisasi kurikulum, pihaknya mempertanyakan posisi-posisi apa saja yang bisa ditempati oleh lulusan SMK. Dari hasil diskusi dengan pihak perusahaan didapatkan lima posisi.
Di antaranya, hitreatment, yard dan CNC (Computer Numerical Control. Menurutnya PT Citra Tubindo memberikan nama pelatihan magang itu dengan sebutan Valerie (Vocational Accelarated Learning & Recruiting towards Industrial Excellent).
“Dengan pola magang ini, sekarang ada sekitar 95 anak-anak kita yang bekerja di PT Citra Tubindo,” jelasnya. Kata dia, untuk mengadakan program magang tersebut pihak perusahaan mengelontorkan dana lebih kurang US$ 3 ribu atau setara dengan Rp 45 juta per siswa.
Saat ini SMKN 6 kata dia, memiliki dua kelas industri yaitu permesinan dan pengelasan.
“Jadi dengan PT Citra Tubindo di pemesinan, sementara DSAW pengelasan,” jelasnya.
HR dan GA Citramas Group, Naradewa, membenarkan hal tersebut. Pihaknya memberikan pendidikan vokasi kepada para siswa SMKN 6 Kota Batam dengan tujuan mendapatkan tenaga kerja lokal yang terampil.
Naradewa menceritakan, program tersebut hampir berhenti karena adanya insien kecil yang menimpa siswa SMKN 6 Kota Batam saat magang di perusahaanya.
Namun setelah memberikan penjelasan kepada manajemen, program Valerie yang mereka canangkan kembali diteruskan.
“Saat itu saya bilang kepada manajemen, insiden pasti terjadi ada atau tidak anak-anak magang ini dan akhirnya program ini jalan terus sampai sekarang,” paparnya.(*)
