batampos.co.id – Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan pada Faskes Tingkat Pertama
atau yang dikenal dengan KBK merupakan bagian dari pengembangan sistem kendali mutu pelayanan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
Menurut Asfurina selaku Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Batam, sistem KBK mengharuskan setiap klinik untuk dapat mencapai kinerja secara maksimal agar pembayaran kapitasi dapat dibayarkan penuh 100% tanpa dikurangi.
Berdasarkan hal tersebut, komitmen pelayanan menjadi pertimbangan pembayaran tarif kapitasi oleh BPJS Kesehatan kepada faskes tingkat pertama sesuai dengan Permenkes Nomor 52 Tahun 2016 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Program JKN-KIS.
“Hal tersebut harusnya meningkatkan kualitas layanan faskes tingkat pertama, agar tarifnya dapat dibayar penuh,” ungkap Asfurina.
Untuk memastikan setiap FKTP mengetahui capaiannya dalam waktu 3 (tiga) bulan terakhir, BPJS Kesehatan Cabang Batam menyelenggarakan kegiatan evaluasi KBK dengan
mengundang seluruh puskesmas yang ada di Kota Batam.

Indikator KBK yang harus dicapai oleh setiap faskes tingkat pertama termasuk puskesmas
adalah angka kontak (AK) yang dilihat dari pemanfaatan pelayanan primer di FKTP oleh
peserta JKN terdaftar.
Rasio rujukan rawat jalan non spesialistik (RRNS) untuk mengetahui kualitas pelayanan di FKTP sehingga sistem rujukan terselenggara sesuai indikasi medis dan kompetensi FKTP, serta rasio peserta prolanis rutin berkunjung (RPPB) ke FKTP untuk mengetahui kesinambungan pelayanan penyakit kronis.
Dari 3 (tiga) indikator tersebut, 5 (lima) puskesmas di Kota Batam masuk ke dalam zona aman yaitu kondisi FKTP dapat mencapai target pemenuhan komitmen pelayanan.
Puskesmas tersebut adalah Puskesmas Botania, Puskesmas Tiban Baru, Puskesmas Belakang Padang, Puskesmas Sei Pancur dan Puskesmas Bulang. Sementara puskesmas lain masih memiliki target pemenuhan komitmen pelayanan yang tidak tercapai atau berada di zona tidak aman.
Menurut Asfurina, dengan evaluasi yang dilaksanakan secara rutin diharapkan setiap FKTP
baik puskesmas maupun klinik swasta dapat terus meningkatkan kualitas layanannnya agar indikator KBK dapat tercapai setiap dilakukan penilaian.
dr. Indrayanti Sp.A selaku Ketua TKMKB Kota Batam yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa selain faktor dari puskesmas itu sendiri, tercapai atau tidaknya indikator KBK pada puskesmas juga memerlukan dukungan dari dinas kesehatan setempat.
Mengingat puskesmas berada di bawah pengawasan dinas kesehatan kota.
“Dukungan dinas kesehatan sangat penting, karena puskesmas berada di bawah dinkes kota,” kata Indrayanti.(*)
