batampos.co.id – Hingar bingar panggung politik sebelum pemilihan kepala daerah juga menarik perhatian dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri.

Kadin Kepri menginginkan sosok pimpinan daerah baik di Batam dan Kepri itu pro dunia usaha.

Ketua Kadin Kepri, Achmad Makruf Maulana, mengatakan, pihaknya memang mencari figur calon pemimpin yang bisa meroketkan pertumbuhan ekonomi di provinsi kepulauan ini.

“Calon pemimpin yang mampu berjanji mewujudkan pertumbuhan ekonomi hingga tujuh persen, kami tantang untuk melakukan kontrak politik dengan kami,” katanya di Kantor Kadin Batam, Senin (21/10/2019) sore.

Sebagai bentuk keuntungan timbal balik yang diperoleh, maka Kadin Kepri akan mendukung penuh calon pemimpin yang berani melakukan kontrak politik.

Ilustrasi surat suara. Foto; Dokumentasi batampos.co.id

Makruf menuturkan bahwa “kontrak politik” ini merupakan arahan dari ketua umum Kadin Indonesia, Rosan Roeslani, yang akan menjadi menteri pada kabinet Presiden Jokowi yang akan segera diumumkan. Arahan tersebut berlaku untuk seluruh Kadin di seluruh Indonesia.

“Banyak potensi yang bisa digali, seperti tantangan dan peluang dari perang dagang Amerika dan Tiongkok,” jelasnya.

“Kemudian tantangan menumbuhkan kondisi ekonomi lima tahun terakhir dari empat persen menjadi tujuh persen,” ujarnya lagi.

Berikutnya, tantangan untuk menstabilkan Upah Minimum Kerja (UMK) Batam yang sudah mencapai Rp 4,1 juta. Bagi pengusaha, tentu saja akan menurunkan daya saing.

“Atas dasar-dasar tersebut, maka Kadin Kepri menantang kandidat pemimpin daerah se-Kepri untuk mampu meyakinkan dunia usaha dan masyarakat. Kami tantang unutk kontrak politik demi pertumbuhan ekonomi Kepri,” ucapnya.(leo)