batampos.co.id – Penertiban lapak pedagang di Pasar Induk Jodoh tak kunjung terealisasi.
Terakhir, Pemerintah Kota (Pemko) Batam berdalih menunggu pelantikan presiden.
”Presiden sudah dilantik. Tentu kami akan segera dudukkan,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, singkat usai ditemui di DPRD Batam, Senin (21/10/2019).
Begitupun terkait kembali maraknya pedagang kaki lima (PK-5) di area Jodoh Boulevard. Pihaknya akan segera membicarakannya.
”Jualannya siang atau malam? Akan kami dudukkan ya,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau, mengatakan, pedagang dari pasar induk akan rampung direlokasi, Oktober ini.
”Pokoknya Oktober ini harus bebas pedagang. DED-nya sudah berjalan (ada),” kata dia, Senin (14/10) lalu.
Ia mengatakan, dengan ini kegiatan penertiban tidak bisa lagi ditunda. Untuk diketahui, tarik ulur penertiban pasar yang bakal dibangun kembali ini kerap ditunda.

”Pemerintah pusat sudah mendorong pembersihan untuk memastikan Batam dapat (program) revitalisasi pasar ini,” imbuhnya.
Walau demikian, berbagai tahapan sudah dimulai. Salah satunya menertibkan pedagang di row jalan sekitar pasar.
”Sambil potong-potong pohon yang pinggir jalan itu, kegiatan ini sebagai tanda mulai.”
Ditanya perihal apakah langkah awal penertiban ini termasuk lokasi lain seperti di Jodoh Boulevard dan Tos 3000, Gustian mengatakan tidak dilakukan bersamaan. Dalam artian akan dilakukan bertahap.
”Kita fokus yang sekitar pasar induk dulu.”
Menurut dia, setelah pasar tersebut dibangun kembali, para pedagang yang semula sudah didata akan kembali berjualan di pasar yang kelak akan dibangun lebih bagus.
”Kami data, ada 1.808 pedagang (termasuk PK-5) dari tiga lokasi berbeda, yaitu dari pasar induk, Jodoh Boulevard dan sekitar Tos 3000,” katanya.
“Kalau nama sejak awal ada akan masuk, di luar yang kami data tidak ada penambahan,” terangnya lagi.
Disperindag memastikan, jumlah pedagang yang didata akan tertampung di pasar yang akan dibangun lima lantai ini.
Sementara itu, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk revitalisasi pasar.
”Jadi, kalau sudah bersih tak ada lagi alasan pusat tidak kucurkan dana. Tahun ini harus kosong, tahun depan sudah mulai dibangun,” pungkasnya.(iza)
