Minggu, 19 April 2026

ADB Kucurkan Utang Baru ke Indonesia Sebesar USD 100 Juta

Berita Terkait

batampos.co.id – Asian Development Bank (ADB) telah menyetujui utang USD 100 juta kepada Indonesia untuk investasi sektor swasta di berbagai proyek infrastruktur. Direktur ADB untuk Indonesia, Winfried F. Wicklein, menuturkan bahwa pinjaman itu akan membantu memobilisasi investasi sektor swasta untuk membangun dan membiayai proyek infrastruktur yang sangat dibutuh­kan.

’’Bantuan ADB bakal membantu memenuhi kebutuhan pembiayaan infrastruktur di Indonesia serta menaikkan kualitas dan standar proyek-proyek infrastruktur,’’ katanya, Selasa (22/10).

Dia menyebutkan, infrastruktur berkualitas sebagai modal penting bagi pertumbuhan inklusif di Indonesia.

ilustrasi

Kebutuhan infrastruktur di Indonesia masih sangat signifikan dengan keperluan investasi tahunan yang diper-kirakan lebih dari USD 70 miliar. Indonesia memerlukan layanan infrastruktur untuk mendukung perekonomian berpenghasilan menengah yang modern dan kompetitif serta menyediakan kebutuhan dasar warganya. Percepatan pembangunan infrastruktur merupakan prioritas pem­bangunan jangka menengah bagi pemerintah Indonesia.

Menurut dia, melalui leveraging private infrastructure investment project, pemerintah akan menyalurkan dana ADB kepada PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) melalui badan usaha milik negara (BUMN) PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). IIF dan SMI adalah dua institusi penting di sektor pembiayaan infrastruktur yang menyediakan pembiayaan proyek, layanan konsultasi, penjaminan, dan dukungan pembiayaan proyek untuk proyek-proyek infrastruktur. Nanti IIF memberikan pinjaman dengan ketentuan komersial bagi subproyek yang mengikuti standar dan pedoman IIF dan ADB.

Pinjaman tersebut bakal mendukung 12 proyek infrastruktur potensial di sektor kesehatan, energi terbarukan, telekomunikasi, dan transportasi.

’’Bantuan ADB diharapkan dapat meningkatkan jumlah pendanaan yang lebih besar lagi berupa investasi swasta di berbagai sektor infrastruktur strategis dan membantu menambah nilai pinjaman ini,’’ tutur ekonom ADB untuk Indonesia Yurendra Basnett. (vir/c14/oki)

Update