batampos.co.id – Keberadaan program JKN-KIS mungkin dipandang sebelah mata bagi
sebagian orang.
Namun, tidak demikian bagi Hasan Subandi. Kakek berusia 79 tahun yang
menderita penyakit ginjal ini mengungkapkan bahwa BPJS Kesehatan sangat membantunya dalam proses penyembuhan penyakit yang sudah lama ia derita.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan, saya sudah berobat, diperiksa, cuci darah sampai puluhan kali dalam setahun,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa selama berobat dan cuci darah beliau tidak pernah mengeluarkan biaya sedikitpun. Semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Saya benar-benar tidak pernah keluar uang sedikitpun untuk itu,” ungkapnya.
Terbantu oleh program Jaminan Kesehatan Nasional, pria yang berdomisili di wilayah
Sekupang ini merasa perlu memberikan dukungan kepada BPJS Kesehatan dengan rutin
membayarkan iuran setiap bulan.

“Saya membantu pemerintah dengan rutin membayar setiap bulan,” katanya.
Hasan selama ini menjalani perawatan di RS Budi Kemuliaan. Tidak cukup mengucapkan terima kasih di awal, Pak Hasan mengungkapkan ucapan terima kasihnya kembali kepada BPJS Kesehatan sekaligus menutup perbincangan siang itu.
Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan, Retri Flori, mengungkapkan, untuk
pelayanan hemodialisa, sesuai prosedur dan indikasi medis tidak ada iur biaya dan batasan yang diberikan kepada peserta.
“Jika sesuai indikasi medis, BPJS Kesehatan tidak memberikan batasan kepada peserta yang akan melakukan hemodialisa,” ungkapnya.
Peserta yang masuk kategori harus melakukan HD akan dirujuk oleh faskes tingkat pertama ke poli penyakit dalam.
Jika dari penyakit dalam perlu dilakukan HD maka akan dibuatkan jadwal HD untuk pasien yang bersangkutan dan jadwalnya langsung untuk satu bulan.
Kemudian untuk bulan selanjutnya kembali ke poli penyakit dalam lagi untuk kontrol.
Retri juga menambahkan rujukan yang diberikan itu berlaku sampai tiga bulan.
Dengan demikian, peserta bisa menggunakan satu rujukan untuk melakukan HD selama tiga bulan atau 90 hari sejak peserta dirujuk dari faskes tingkat pertama.
Sehingga peserta tidak perlu bolak-balik. Program JKN KIS selalu berusaha memberikan kemudahan bagi peserta dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Terutama bagi peserta seperti Pak Hasan Subandi yang sangat membutuhkan program JKN-KIS untuk proses kesembuhannya.
Untuk itu dibutuhkan peran serta dari seluruh peserta dan masyarakat untuk terus berkontribusi dalam program ini. Sudahkah kamu membantu sesama? Yuk daftar jadi peserta JKN-KIS!(*)
