Rabu, 8 April 2026

Hujan, Begini Penampakan Jodoh dan Batuampar

Berita Terkait

batampos.co.id – Hujan deras yang mengguyur Batam dua hari belaka­ngan ini memicu banjir di beberapa titik di wilayah Batuampar dan Jodoh.

Selasa (22/10/2019) pagi, air hujan yang tak tertampung di drainase di Mel­cem, Sengkuang, meluap hing­ga merendam puluhan rumah warga.

Sementara, pada Rabu (23/10/2019) sore, drainase di sepanjang ruas Jalan Yos Sudarso, mulai dari SPBU Persero hingga ke depan kantor BCA Jodoh, juga tak mampu menampung debit air hujan hingga meluap ke badan jalan setinggi 50 sentimeter.

Pantauan Batam Pos, jalan utama tersebut tampak seperti sungai besar. Banjir di badan jalan utama ini menyebabkan macet.

Banyak kendaraan roda dua mogok. Para pengendara terpaksa mendorong kendaraannya ke tempat yang lebih tinggi.

Pengendara roda empat juga banyak yang ragu melintas di ruas jalan ini karena khawatir terjebak banjir.

Banjir merendam ruas Jalan Yos Sudarso di Batuampar, Rabu (23/10), setelah hujan deras mengguyur Batam sejak siang. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota Batam memperbaiki kondisi drainase di wilayah tersebut. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Genangan air ini bukan pertama kali. Sudah sering terjadi, khususnya saat hujan lebat,” ujar Rangga, salah satu pengguna jalan yang melintas di ruas jalan yang tergenang air itu.

Pria yang bekerja di Pelabuhan Batuampar tersebut mengatakan, banyaknya sampah menjadi penyebab banjir. Drainase menjadi dangkal dan tersumbat sehingga air hujan mengalir di badan jalan.

Belum lagi drainase di kawasan itu banyak yang tertutup beton. Sampah yang menyumbat drainase juga terlihat di depan Tanjungpantun, Jodoh.

Akibatnya, jika hujan deras sebentar saja, air langsung meluap ke badan jalan.

“Tinggi air di atas mata kaki orang dewasa,” ujar Anwar, pedagang di Tanjungpantun, Rabu (23/10).

Di lokasi lainnya, tepatnya di Tanjungsengkuang, Batuampar, puluhan rumah terendam banjir akibat saluran drainase terlalu sempit dan tidak bisa menahan derasnya arus air ketika hujan deras dan air pasang.

“Lokasi ini sudah jadi langganan banjir,” kata Fitriati, warga Melcem, Tanjungsengkuang, yang rumahnya terendam banjir.(zis,mib,eja,yui)

Update