batampos.co.id – Jajaran Polda Kepri menurunkan 335 personel polisi selama Ope-rasi Zebra Seligi 2019 di seluruh wilayah Kepri. Setiap personel yang turun dibekali rompi anti peluru untuk meminimalisir hal yang tak diinginkan.
Kapolda Kepri Irjen, Andap Budhi Revianto, mengatakan, tujuan utama Operasi Zebra untuk meningkatkatkan kesa-daran dan kepatuhan masyarakat, sehingga dapat meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas. Dalam operasi ini, Polda Kepri bersinergi dengan TNI dan instansi terkait.
”Kita (polisi) secara internal harus tertib lebih dahulu dan jadi pedoman, jadi masyarakat bisa cepat memahami mekanisme dalam pelaksanaan operasi. Sehingga harapan dan target operasi dapat tercapai,” ucap Andap saat memimpin apel pasukan pelaksanaan Operasi Zebra Seligi 2019 di Mapolda Kepri, Rabu (23/10/2019).
Danrem 033/WP, Brigjen TNI Gabriel Lema yang hadir pada acara itu menambahkan, Operasi Zebra Seligi 2019 harus dijadikan pembelajaran, yaitu dengan tertib secara internal.
”Memberikan contoh dan tauladan kepada masyarakat adalah hal yang terpenting,” tegas Gabriel.
Di tempat yang sama, Plt Gubernur Kepri, Isdianto, dan Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak, berharap kegiatan ini bisa menjadikan masyarakat lebih tertib berlalu lintas. Tujuannya satu, untuk keselamatan saat berada di jalan raya.

Sementara Dirlantas Polda Kepri, Kombes Roy Candra, mengatakan operasi yang berlangsung 23 Oktober hingga 5 November ini menurunkan 335 personel. Seba-nyak 75 personel diturunkan langsung dari Polda Kepri.
”Razia dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore di lokasi yang dinilai rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” ujar Roy kepada awak media. Menurut dia, perbedaan Operasi Zebra Seligi dibandingkan dua operasi lainnya beberapa waktu lalu adalah operasi kali ini lebih pada penindakan. Setiap pengen-dara yang memang kedapatan melanggar delapan poin sasaran, di antaranya tak memakai helm, tak ada dokumen, mabuk, membawa penum-pang melebihi muatan, belum cukup umur akan langsung ditindak.
”Operasi sebelumnya masih ada untuk pembinaan, kalau sekarang pembinaan hanya 20 persen, 80 persen penindakan,” jelas Roy.
Masih kata Roy, pihaknya juga mewajibkan setiap personel memakai rompi anti peluru. Hal itu berguna untuk menghindari personel dari kejahatan yang bisa kapan saja terjadi.
”Rompi anti peluru wajib, karena kami memang mengutamakan keselamatan personel,” pungkas Roy.
Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas
Pelaksanaan Operasi Kese-lamatan (Simpatik) resmi dibuka Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo dalam apel gelar pasukan di halaman Polresta Barelang, Rabu (23/10) pagi. Apel gelar pasukan tersebut dilaksanakan bersama dengan instansi terkait lainnya dari Kodim 316 Batam, Lanud Batam, Dinas Perhubungan, Satlantas Polresta Barelang dan pegawai Polresta Barelang.
”Konsep Operasi Zebra 2019 kali ini adalah bentuk operasi harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat) yang mengedepankan fungsi lalu lintas, dengan didukung fungsi operasional kepolisian lainnya,” ujar Kapolresta Barelang, Prasetyo dalam apel gelar pasukan.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Zebra dilaksanakan secara profesional, bermoral dan humanis yang bertujuan dalam terbentuknya situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar.
”Tentunya menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, angka pelanggaran lalu lintas, tingkat kemacetan dan berlalu lintas yang tertib di wilayah hukum Polresta Barelang,” tuturnya. (gie/she)
