batampos.co.id – PT SMOE yang berada di kawasan industri Kabil melakukan kerja sama dengan SMKN 6 Kota Batam.
Kerja sama tersebut guna meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di sekolah tersebut.
Kepala Sekolah SMKN 6 Kota Batam, Deden Suryana, mengatakan, kerja sama kali ini dilakukan dengan cara menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri, dalam hal ini PT SMOE.
“Ini adalah kegiatan bersama industri dengan SMK dan diharapkan nantinya dapat memperoleh hasil kurikulum yang baik untuk industri,” jelasnya saat memberikan sambutan pada pembukaan workshop penyelerasan kurikulum SMKN 6 dengan PT SMOE, Kamis (24/10/2019).
Deden menjelaskan, hal itu nantinya dapat menjadi bekal pihaknya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di industri yang berasal dari lulusan SMKN 6.

Menurutnya, SMKN 6 terpilih menjadi salah satu SMK Kawasan Industri pada 2016 lalu. Kata dia, ciri-ciri SMK Kawasan Industri yaitu berada di area industri dan adanya kerja sama dengan kurikulum.
“Agar proses berjalan baik dilakukan dengan cara mendatangkan guru tamu dari industri untuk mengajar di sekolah kita,” paparnya.
Guru tamu lanjutnya, tidak hanya dapat dilakukan oleh karyawan yang masih aktif. Tapi juga dapat dijalankan oleh karyawan yang purna tugas.
“Lokasi belajarnya bisa di PT SMOE atau SMKN 6 dan kami juga berharap guru-guru kami dapat magang di PT SMOE,” jelasnya.
Deden menjelaskan, dengan adanya pemagangan guru di industri, akan meningkatkan kemampuan tenaga pendidik itu untuk memberikan materi pelajaran kepada siswa.
“Di SMKN 6 ada dua kelas industri. Pertama dengan Citra Tubindo di pemesinan, satu lagi dengan DSAW di pengelasan,” tuturnya.

Ia melanjutkan kerja sama dengan PT SMOE juga difokuskan di kompetensi teknik pengelasan.
HR Manager PT SMOE, Eldiansyah, menyambut baik program tersebut. Menurutnya sejak 2018 lalu pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan SMKN 6.
“SMKN 6 juga sudah melakukan studi banding di sini,” jelasnya.
PT SMOE lanjutnya, memiliki sekitar 15 boot pengelasan dan saat ini ada siswa SMKN 6 yang melaksanakan praktek kerja industri (prakerin) di PT SMOE hingga November mendatang.
“Kita juga membuka lowongan untuk lulusan SMKN 6 di bagian pengelasan,” paparnya.
Kadisdik Kepri, Muhamad Dali, berharap kerja sama pihak industri dengan SMKN 6 terus bertambah. Tidak hanya di PT Citra Tubindo, DSAW dan SMOE saja.
“Jadi konsep kerja sama ini nantinya dapat melahirkan lulusan yang memiliki keahlian ganda,” paparnya.
Kata dia, dengan kerja sama tersebut nantinya para siswa SMKN 6 akan melakukan proses belajar mengajar di sekolah dan di industri.
“Berapa lama proses itu terngantung dari kesepakatan kedua belah pihak,” paparnya.
Selain itu ia juga menyebutkan di Kota Batam ada tiga SMK yang masuk dalam program revitalisasi SMK. Yaitu SMKN 1, SMKN 5 dan SMKN 6.
“Revitalisasi SMK ini sama tapi akan di mantapkan lagi dan menjadi pilot project dan sekolah-sekolah itu akan menjadi perhatian di 9 Provinsi di Indonesia, termasuk di Kepri,” tuturnya.(esa)
