batampos.co.id – Terkait tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nomor 14.294.713, Batuampar kemarin, Unit Manager Communication dan CSR MOR I, Roby Hervindo, menekankan pihak vendor untuk meningkatkan aspek health, safety, secutiry and environment (HSSE).

Hal itu dilakukan agar kelalaian atau potensi kebocoran bunker BBM tidak terulang lagi.

“Itu kewajiban vendor, jadi kami tekankan kembali agar aspek HSSE nya lebih ditingkatkan,” ujar Roby saat dikonfirmasi, Kamis (24/10/2019).

Dia mengatakan kasus masuknya air ke tangki penyimpanan BBM ini baru terjadi. Menurutnya selama ini belum ada sejarah kontaminasi air hujan di SPBU.

” Ini sebenarnya kasuistis. Bukan suatu kelalaian yang sistematis,” katanya.

Sejumlah mobil dan sepeda motor mogok setelah mengisi bahan bakar di SPBU Persero, Batuampar, Batam, Selasa (22/10/2019), akibat bungker BBM kemasukan air akibat banjir dan hujan deras.
Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Sebelumnya, hujan deras yang memicu banjir di Kawasan Batuampar berdampak pada masuknya air ke tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nomor 14.294.713 di Batuampar.

Akibatnya, puluhan kendaraan yang mengisi BBM di SPBU tersebut, langsung mogok.

Pasalnya BBM jenis Pertalite yang didapat dari SPBU tersebut mengandung air cukup banyak, sehingga kendaraan belum beranjak dari kawasan SPBU sudah mogok.

Tak tanggung-tanggung, komposisi campuran air di BBM yang dibeli pengendara berkisar 30 hingga 50 persen.

Bahkan ada yang lebih dari 50 persen. Dengan kata lain, airnya lebih banyak daripada BBM-nya sehingga kendaraan langsung mogok setelah selesai mengisi BBM.(une)