Selasa, 14 April 2026

Sebar Gambar Porno, Pria Ini Ditikam

Berita Terkait

batampos.co.id – Jajaran Unit Reskrim Polsek Lubukbaja mengamankan Be, 21, dan ES, 21, pelaku pengeroyokan dan penikaman terhadap Yusuf Taqwin di Jalan Raden Patah.

Keduanya ditangkap di Tanjunguma, Rabu (23/10/2019) malam tanpa perlawanan.
Kapolsek Lubukbaja, Kompol Yunita Stevani, mengatakan, penikaman ini bermula dari korban dan dua pelaku yang tergabung di dalam grup WhatsApp.

Pada Selasa malam, terjadi percekcokan antara pelaku dan korban di dalam grup tersebut karena korban mengirimkan gambar porno ke grup WhatsApp tersebut.

”Setelah mengirimkan gambar itu, kemudian pelaku tidak terima dan terjadi penganiayaan hingga penikaman di belakang Kantor PKB, Jalan Raden Patah,” ujar Yunita, Kamis (24/10/2019).

Dalam kejadian itu, korban mengalami tiga luka tusukan di bagian punggung dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Budi Kemuliaan.

Sementara kedua pelaku langsung meninggalkan korban yang bersimbah berdarah. Mendapatkan adanya laporan penganiayaan di wilayah hukumnya, pihaknya langsung mencari dan mengamankan pelaku kurang dari 12 jam.

”Kejadiannya itu sekitar pukul 09.00 pagi dan pelaku kita amankan pada malamnya sekitar pukul 08.00 WIB,” jelasnya.

Ilustrasi. Jawa Pos

“Usai diamankan, langsung kami bawa ke polsek untuk dipro-ses,” tuturnya lagi.

Yunita mengatakan, kedua pelaku dikenakan pasal 170 KUH Pidana tentang pengeroyokan hingga mengalami luka berat, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Salah satu pelaku, Be, mengaku tidak terima karena Yusuf mengirimkan gambar porno ke grup tersebut.

Sehingga, mereka terlibat cekcok dengan korban dan meminta admin grup WhatsApp untuk mengeluarkan korban dari dalam grup.

”Setelah itu, korban dikeluarkan dan E (menyebut nama pelaku lainnya,red) tanya sama saya, siapa yang mengirimkan gambar itu,” ujarnya.

Percakapan antara Be dan ES terus berlanjut hingga ES mengirimkan pesan WhatsApp kepada Be bahwa ia akan menusuk korban.

Saat itu, Be hanya menanggapinya sebagai candaan dan mengirimkan tangkapan layar percakapannya dengan ES ke dalam grup sebagai guyonan.

”Dalam grup itu masih ada temannya korban hingga sampai ke korban dan mengajak jumpa,” jelasnya.

“Pas jumpa itu dikeroyok dan korban ditikam sama E (menyebut nama pelaku lainnya, red) dipunggung tiga kali,” tuturnya.

Sementara itu, ES cmengaku pada saat itu tersulut emosi atas gambar pornografi yang dikirimkan oleh korban. Hingga timbul niat untuk menikam korban.

”Saya khilaf. Pisaunya itu pisau dapur yang saya bawa dari rumah,” ujarnya singkat.(gie)

Update