batampos.co.id – Penertiban kawasan protitusi terselubung di wilayah Tanjunguncang belum tuntas.
Kawasan Pokok Jengkol, Seialeng yang lokasinya tak jauh dari Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah, hingga saat ini masih beroperasi.
Padahal kawasan ini cukup santer dengan praktek prostitusi terselubungnya. Puluhan bangunan liar di pinggir jalan menuju pelabuhan Sagulung itu umumnya dijadikan kafe remang-remang yang disuguhi dengan wanita penghibur.
batampos.co.id yang menelusuri kawasan tersebut belum lama ini mendapati adanya praktek prostitusi terselubung di sana.
Wanita-wanita penghibur yang ada di masing-masing kafe dengan berani menawarkan jasa layanananya kepada siapa saja yang datang dengan tarif yang relatif murah.
“Mampir bang,” begitulah kata-kata yang keluar dari mulut wanita penghuni kafe remang-remang kepada siapa saja yang datang ke kawasan itu.

Sormin warga setempat membenarkan layanan prostitusi di kawasan tersebut. Menurutnya hal itu sudah berlangsung lama.
Kata dia, wanita-wanita penghibur di lokalisasi tersebut umumnya sudah berumur.
“Nggak dari Batam saja, ada yang dari (lokasi prostitusi) luar Batam,” ujar Sormin.
Kawasan bahkan sudah dikeluhkan masyarakat sejak lama. Paslanya di lokasi itu terjadi keributan.
Kawasan kafe remang-remang itu lazim dipergunakan sebagai tempat untuk meneguk minuman keras.
Keributan terjadi baik dengan penghuni ataupun sesama tamu. Belum lama ini, seorang wanita pekerja kafe di lokasi yang sama melaporkan kasus penganiayaan ke Mapolsek Batuaji.
Penganiayaan ini dipicu karena masalah asmara. Seorang pria yang telah berkeluarga dan sudah menjadi pelanggan tetapnya tidak terima jika wanita yang dianiayanya bergaul dengan tamu pria lain.
Diapun melukai sang wanita tadi dengan sebilah pisau. Kejadian-kejadian seperti ini kerap terjadi dan meresahkan masyarakat umum setempatnya. Masyarakat berharap ini akan segara ditindak.
Pemko Batam melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Batam sebelumnya mengakui ada persoalan tersebut.
Lokasi itu bahkan sudah menjadi target penertiban dari Tim Terpadu kota Batam. Penertiban akan dilakukan secara merata dan tahap awal sudah dimulai dengan kawasan prostitusi terselubung pohon Ceri di pinggir Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang.
“Semua jadi prioritas untuk kenyamanan bersama tapi bertahap,” ujar Kasi Trantib Satpol PP kota Batam Imam Tohari.(eja)
