batampos.co.id – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam membantah adanya informasi penggeledahan di kantornya yang berlokasi di Sekupang, Kamis (23/10).
Kepala BPN Batam, Memby Untung Pratama, mengatakan, kunjungan Tim Satgas Pencegahan Pungli Polda Kepri adalah koordinasi dengan BPN guna mengantisipasi tindakan yang mengacu pada pungutan liar (pungli).
”Mereka datang itu sekaligus memberikan banner setop pungli dan koordinasi mendukung tim saber dalam memberantas pungli,” kata dia, kemarin.
Memby menyebutkan, selama ini semua pelayanan di BPN sudah online. Bahkan pemohon bisa mengecek sendiri sampai di mana diproses.
Hal ini memudahkan dan transparansi BPN dalam pelayanan kepada masyarakat.
”Tadi tim dari Polda juga mengecek loket pelayanan dan berkomunikasi dengan pemohon dan staf terkait biaya-biaya dan pelayanan,” ujarnya.

Ia mengaku sangat senang mendapat kunjungan dari tim pencegahan tindakan saber pungli ini.
Tidak dipungkiri sebelumnya ada anggapan atau stigma mengenai pelayanan BPN yang belum maksimal dan berpotensi terjadinya pungli.
”Sekarang semua sudah cashless. Semua permohonan masuk diterima dan diserahkan di loket,” paparnya.
“Tidak ada lagi pejabat bertemu pemohon di ruangan, kecuali ruangan mediasi. Karena sifatnya membantu menyelesaikan masalah terkait pertanahan,” bebernya lagi.
Saat ini pelayanan di BPN sudah berubah menjadi lebih baik. BPN Batam sebagai kantor pertanahan nomor satu se-Indonesia karena tingkat kepuasan dan penyelesaian dokumen yang cepat dan online.
Pihaknya sangat mendukung adanya perhatian dari tim saber pencegahan Polda Kepri.
”Tadi mereka menyampaikan yang selama ini menjadi keluhan dari warga. Katanya ke BPN harus mahal dan butuh waktu untuk mengurus dokumen,” jelasnya.
“Tapi Sekarang sudah tidak begitu. Kami sudah zona integritas bebas pungli. Jadi semua transparan dan bisa dicek termasuk biaya dan waktu pengurusan,” imbuh pria yang baru empat hari bertugas ini.(yui)
