batampos.co.id – Arus lalu lintas di ruas Jalan Laksamana Bintan tepatnya di Simpang Sincom, Batam Center kacau balau.
Kendaraan dari empat arah yakni dari Simpang Kallista, dari Simpang Frengki, dari arah Jalan Pelarayan Batam serta dari Jalan Reformasi (depan kantor PMI Batam), saling berebut untuk melaju duluan.
Hal itu dikarenakan tidak adanya lampu pengatur lalu lintas di simpang tersebut. Akibatnya kendaraan saling berebutan terjebak tak bisa bergerak saat berada di tengah persimpangan.
Kondisi itu kerap dijumpai saat pagi hari maupun sore hari ketika jam berangkat dan pulang kerja.
Semrawutnya arus lalu lintas itu juga disebabkan ruas jalan yang terlalu sempit untuk dilalui kendaraan.

Pantauan Batam Pos, setiap jam sibuk kerja pada sore jelang malam hari, aksi saling terobos pun tak terhindarkan.
Menurut informasi di lapangan, simpang empat tersebut rawan akan kecelakaan.
”Setiap sore simpang empat Panasonic ini memang sering rawan kecelakaan, karena pengendara tidak ada yang mau mengalah,” kata Tika, pekerja di Batam Center, Kamis (24/10/2019).
Di lokasi terpisah, tepatnya di Simpang Panbil, Mukakuning, arus lalu lintas juga tak terkendali dari arah Batam Center menuju Batuaji.
Angkutan Kota (Angkot) berhenti tepat di bahu jalan yang mengakibatkan macet.
”Paling sering macet, pas kita dari Batam Center ke Sagulung-Batuaji sana,” kata David Tarigan, pekerja di Batamindo.
“Tiga sampai empat angkot kadang parkir begitu saja di badan jalan,” kata dia lagi.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan ini.(iza)
