batampos.co.id – Sebulan lebih pasca diresmikan kondisi pasar tim pengendali inflasi daerah (TPID) Batam di Komplek Niaga Mas Batamcenter masih sepi pengunjung.

Meski begitu, pedagang yang disana harus tetap semangat karena terikat perjanjian. Salah satu pedagang yang enggan namanya disebut sudah tak semangat berjualanan di pasar tersebut.

Sebab kondisi pasar yang masih sepi pengunjung.

“Masih sepi sampai sekarang, sampai-sampai beberapa hari tak ada yang beli dagangan,” ujarnya.

Walau kondisi seperti itu, ia mengaku harus tetap semangat. Sebab, jika ia meninggalkan pasar dan tutup, suatu saat ia tak bisa lagi berjualan di lokasi tersebut.

“Kalau tutup beberapa saja, kita bisa diblacklist. Makanya mau tak mau, laku tak laku harus tetap buka,” imbuhnya.

Seorang warga berbelanja sayuran dan kebutuhan pokok di Pasar TPID, Niaga Mas, Batam Center, Minggu (22/9/2019) lalu. HIngga saat ini pedagang pasar TPID masih mengeluhkan sepinya pembeli di pasar tersebut. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Hal senada diungkapkan Winarti. Ia mengakui kondisi pasar yang masih sepi. Namun ia yakin, suatu saat pasar bisa ramai.

“Iya memang masih sepi, mungkin karena pasar masih baru,” ujarnya.

Dijelaskannya sejak hari kedua pasar TPID di resmikan sudah sepi pengunjung. Namun, ia memilih bertahan karena sudah terlanjur membuka usaha.

“Ya pembeli bisa dihitunglah, sepi setiap harinya,” ujarnya sibuk merapikan dagangan.

Sementara, Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian membenarkan ada sanksi bagi pedagang yang tak berjualan dalam beberapa hari.

Menurutnya, perjanjian itu telah diketahui pedagang sejak awal berjualan di pasar tersebut.

“Dari awal kan mereka sudah tahu dan harus mengikuti aturan yang kami terapkan. Jika tutup, nanti mereka tak bisa jualan lagi disitu,” ujar Gustian.

Menurut dia, semua tenan yang ada di lokasi tersebut gratis selama dua tahun. Pedagang hanya membayar uang listrik dan air sesuai pemakaian masing-masing.

“Lokasi digratiskan selama dua tahun,” tegas Gustian.

Dilain hal, Gustian membantah lokasi pasar sepi. Menurutnya, ramainya pengunjung pada jam-jam tertentu.

“Biasanya ramai sore hingga malam, saat orang pulang kerja. Kita pun sudah menambah jam operasional hingga jam 8 malam,” pungkas Gustian.(she)