batampos.co.id – Kanker payudara menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia dan bahkan dunia.
Penyakit ini juga menyedot banyak dana BPJS Kesehatan sebab minim kesadaran masyarakat untuk melakukan pengobatan dan pencegahan sejak dini.
Saat dibawa berobat ke pusat layanan kesehatan ternyata sudah level yang parah sehingga perlu biaya yang tinggi dan minim yang diselamatkan.
“Dulu kanker serviks nomor satu. Tapi sekarang bergeser ke kanker payudara,”ujar konsultan bedah onkologi dr Indra Siregar, saat memberikan pemaparan materi tentang deteksi dini kanker payudara pada acara Happy Life with Cancer yang digelar Perkumpulan Peduli Kanker Batam (PPKB) di lapangan SP Plaza, Sagulung, Minggu (27/9) pagi.
“Kanker payudara penyumbang kematian terbesar sekitar 60 persen dari angka kematian secara umum,” kata dia lagi.
Besarnya angka kematian akibat kanker payudara ini pada umumnya disebabkan minimnya kesadaran masyarakat penderita kanker payudara untuk mendeteksi penyakit yang dideritanya sejak dini.

Saat sudah memasuki level tertinggi baru berobat sehingga kecil kemungkinan untuk disembuhkan ataupun diselamatkan.
“Masih terjadi sampai hari ini. Satu rumah sakit rata-rata ada penambahan dua sampai tiga pasien (kaker payudara) baru perhari,” jelasnya.
“Masalahnya itu tadi, minim pengetahuan untuk deteksi dan pencegahan sejak dini. Benjol sekecil apapun sebaiknya segera periksa sehingga bisa terdeteksi sejak awal,” tutur dr Indra lagi.
Dalam pemaparannya, Indra menyampaikan banyak hal tentang upaya pencegahan dan pengobatan kanker payudara.
Pemaparan ini merupakan bentuk bakti dari PPKB yang bekerja sama dengan yayasan Pejuang Kanker Tanjungpinang dalam rangka memperingati hari kanker payudara sedunia yang jatuh pada 17 Oktober lalu.
Acara Happy Life With Cancer ini dimulai dengan senam sehat bersama yang dimulai tepat pulul 06.00 WIB.
Selanjutnya ada pemaparan materi tentang deteksi dini kanker payudara serta bakti sosial konsultasi dan pemberian obat gratis untuk penderita cancer payudara.
Kegiatan itu mendapat sambutan hangat dari masyarkat sekitar. Seratusan peserta dari kaum ibu-ibu tertarik untuk mengikuti acara tersebut.
Ketua panitia acara, dr Yusniarti, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian PPKB dengan penderita kanker payudara dalam rangka peringatan hari kanker payudara sedunia.
“Inti dari kegiatan ini agar masyarakat lebih peduli dengan penyakit kanker payudara. Penyakit ini masih menjadi penyakit mematikan nomor dua setelah kanker serviks,” paparnya.
“Perlu ada kesadaran masyarakat untuk mengetahuinya. Jangan malu atau minder. Kalau ada gejalah segera cek dan kontrol,” ujarnya lagi.(eja)
