batampos.co.id – Pemimpin besar sekaligus pendiri kelompok teror ISIS, Abu Bakr al Baghdadi, diyakini tewas bunuh diri dengan meledakkan bom rompi ketika pasukan khusus Amerika Serikat (AS) menyerbu tempat persembunyiannya di barat laut Suriah, Minggu (27/10). Seorang pejabat senior Departemen Pertahanan AS dan sumber yang mengetahui informasi ini mengatakan, konfirmasi kematian al-Baghdadi masih menunggu tes DNA dan biometrik.

Dikutip dari CNN pada Minggu (27/10), pejabat pertahanan mengatakan, Baghdadi tewas dengan meledakkan bom rompi selama se­rangan unit Delta Force. Informasi dugaan kematian Abu Bakr al Baghda­di pertama kali dilaporkan Newsweek.

Seorang pejabat senior Amerika mengatakan pasukan komando dan analis masih berusaha untuk mengkonfirmasi identitas teroris, yang menurut para pejabat tewas dalam operasi ketika ia meledakkan rompi bunuh dirinya.

Serangan dilakukan oleh komando pasukan khusus AS dibantu oleh CIA yang memberikan lokasi persembunyian al Baghdadi.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga mengonfirmasi peristiwa itu dengan menulis di Twitter-nya. “Sesuatu yang sangat besar baru saja terjadi!” kicau Trump.
Sekitar 90 menit kemudian, Trup menyampaikan pernyataan resmi di Gedung Putih, Washington DC.

“Abu Bakar al-Baghdadi sudah tewas. Ia adalah pendiri dan pemimpin ISIS, organisasi teroris yang paling kejam dan keras di dunia. Amerika Serikat telah memburu Baghdadi selama bertahun-tahun. Menangkapnya atau membunuhnya menjadi prioritas keamanan nasional pemerintahan saya,” ujar Trump.

“Pasukan Operasi Khusus AS melancarkan serangan malam hari yang berbahaya dan berani di Suriah barat laut dan merampungkan misi secara sempurna. Personel AS benar-benar luar biasa, saya menyaksikan sebagian besar aksi mereka,” kata Trump.

Menurut Presiden Trump, Baghdadi sudah lama diincar oleh AS. Trump menambahkan, operasi militer itu tidak sampai menelan korban di pihak AS, tetapi sejumlah pengikut Baghdadi tewas, termasuk anggota keluarganya.

Trump menjelaskan, Baghdadi bersembunyi di dalam terowongan dan membawa serta tiga anak-anak. Ia lantas dikejar oleh anjing serbu, dan kemudian meledakkan sabuk bom yang dikenakannya.

Al-Baghdadi memiliki dua orang istri, yang juga diduga ikut meledakkan diri.

“Ia tewas setelah berlari ke terowongan buntu, merintih, menangis, dan berteriak sepanjang waktu,” papar Trump.

“Saat dia menghadapi jalan buntu di sebuah terowongan, anjing-anjing kami mengejarnya ke bawah. Dia lalu menyalakan rompi bom bunuh diri yang dipakainya, hingga membunuh dirinya sendiri. Tubuhnya remuk dalam ledakan itu,” kata Trump.

Salah satu sumber di Iran juga mengkonfirmasi bahwa pemerintah Iran sudah mendapat informasi dari sejumlah sumber di Suriah bahwa pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, sudah meninggal.

“Iran sudah diberi tahu soal kematian Baghdadi oleh sejumlah pejabat tinggi di Suriah yang mendapatkan informasi itu dari lapangan,” kata dua sumber di Iran kepada Reuters, Minggu (27/10).

Sumber Reuters di Amerika Serikat mengatakan, Washington telah melakukan sebuah operasi militer yang mengincar pemimpin ISIS, al-Baghdadi. Detail operasi yang dimaksud tidak dipublikasi dan tidak disebut pula apakah operasi tersebut bisa dikatakan sukses.
Sedangkan telegraph.co.uk menulis al-Baghdadi, diduga bunuh diri dengan meledakkan dirinya menggunakan sabuk bom bunuh diri. Tindakan itu dilakukan ketika pasukan khusus Amerika Serikat turun.

Operasi penyerangan terhadap pemimpin ISIS, yang dilakukan pada malam hari, mengincar para pengikut al-Baghdadi dan keluarganya yang diduga tinggal di Desa Barisha, dekat Provinsi Idlib di Suriah yang berbatasan dengan Turki. (jpg)