batampos.co.id – Pemko Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) akan segera membentuk Komite Film Daerah.
Wadah ini akan menjadi sarana baru bagi pengembangan film Batam ke depan.
”Sudah beberapa kali sineas berkoordinasi dengan kami. Komite ini akan segera kami bentuk,” kata Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, Minggu (27/10/2019) siang.
Menurut dia, para sineas Batam sudah beberapa kali memproduksi film dan dilirik untuk dikembangkan.
”Yang terakhir Ramlie oi Ramlie, Hantu Seiladi, Laskar Anak Pulau, dan banyak lagi,” terangnya.
Terlebih, lanjut Ardi, di Batam ada Nongsa Digital Park (NDP) yang dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Digital.

Keberadaan NDP menjadi daya dukung tersendiri bagi pengembangan perfilman di Batam.
”Kami ingin kaitkan ke sana. Komite ini sudah sepantasnya ada,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Batam juga pernah menjadi lokasi perhelatan penghargaan perfilman Indonesia (FFI) pada 2010 lalu.
”Ke depan keinginan kita bersama, tindakan ini akan memperkuat perfilman, baik segi produksi maupun promosi,” ujarnya.
Ia menilai, pemerintah tentu akan menjadi regulator.
“Jika komite film daerah Batam terbentuk, maka akan menjadi komite keenam di Indonesia, setelah Boyolali, Banyuwangi, Bandung, Siak dan Yogyakarta,” pungkasnya. (iza)
