Selasa, 14 April 2026

Jadi Pembunuh Nomor Satu, PPKB Ajak Masyarakat Deteksi Dini Kanker Payudara

Berita Terkait

batampos.co.id – Kanker payudara menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia dan bahkan dunia. Penyakit ini juga menyedot banyak dana BPJS sebab minim kesadaran masyarakat untuk melakukan pengobatan dan pencegahan sejak dini.

Saat dibawa berobat ke pusat layanan kesehatan ternyata sudah level yang parah sehingga perlu biaya yang tinggi dan minim yang diselamatkan.

“Dulu kanker serviks nomor satu. Tapi sekarang bergeser ke kanker payudara. Kanker payudara penyumbang kematian terbesar sekitar 60 persen dari angka kematian secara umum,” ujar konsultant bedah onkologi dr Indra Siregar, saat memberikan pemaparan materi tentang deteksi dini kanker payudara pada acara Happy Life with Cancer yang digelar Perkumpulan Peduli Kanker Batam (PPKB) di lapangan SP Plaza, Sagulung, Minggu (27/9/2019) pagi.

Besarnya angka kematian akibat kanker payudara ini pada umumnya disebabkan minimnya kesadaran masyarakat penderita kanker payudara untuk mendeteksi penyakit yang dideritanya sejak dini. Saat sudah memasuki level tertinggi baru berobat sehingga kecil kemungkinan untuk disembuhkan ataupun diselamatkan.

Foto bersama

“Masih terjadi sampai hari ini. Satu rumah sakit rata-rata ada penambahan dua sampai tiga pasien (kaker payudara) baru perhari. Masalahnya itu tadi, minim pengetahuan untuk deteksi dan pencegahan sejak dini. Benjol sekecil apapun sebaiknya segera periksa sehingga bisa terdeteksi sejak awal,” tutur dr Indra.

Dalam pemaparan Indra menyampaikan banyak hal tentang upaya pencehahan dan pengobatan kanker payudara. Pemaparan ini merupakan bentuk bakti dari PPKB yang bekerja sama dengan yayasan Pejuang Kanker Tanjungpinang dalam rangka memperingati hari kanker payudara sedunia yang jatuh pada 17 Oktober lalu.

Acara Happy Life With Cancer ini dimulai dengan senam sehat bersama yang dimulai tepat pulul 06.00 WIB. Selanjutnya ada pemaparan materi tentang deteksi dini kanker payudara serta baksos konsultasi dan pemberian obat gratis untuk penderita cancer payudara. Dikhir acara juga ada doorprize kepada peserta seminar.

Pantauan di lapangan kegiatan ini berjalan meriah sebab diikuti seratusan peserta dari kaum ibu-ibu yang tertarik untuk melawan penyakit kanker payudara. Tidak itu saja kaum suami juga tampak antusias mendukung para isteri mereka untuk semangat melawan kanker payudara.

Ketua panitia acara dr Yusniarti menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian PPKB dengan penderita kanker payudara dalam rangka peringatan hari kanker payudara sedunia.

“Inti dari kegiatan ini agar masyarakat lebih peduli dengan penyakit kanker payudara. Penyakit ini masih menjadi penyakit mematikan nomor dua setelah kanker serviks. Perlu ada kesadaran masyarakat untuk mengetahuinya. Jangan malu atau minder. Kalau ada gejalah segera cek dan kontrol,” ujarnya. (eja)

Update