batampos.co.id – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto, memastikan proyek infrastruktur pem­bangunan Jembatan Batam-Bintan masih masuk rencana pemerintah pusat. Kepastian itu didapat Isdianto setelah bertemu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Kabinet Indonesia Maju, Suharso Monoarfa.

“Alhamdulillah. Dari pembicaraan tadi, Menteri menyebutkan proyek infrastruktur Presiden Jokowi untuk Kepri yakni pembangunan jembatan Babin tetap berlanjut dan masuk dalam agenda pembangunan infrastruktur pemerintah pusat. Saat ini menunggu selesainya tahapan studi yang telah memasuki proses Detail Engineering Design (DED) atau proyek perencanaan fisik. Tahun 2019 ini kita harapkan selesai,” ungkap Isdianto usai bertemu Menteri Suharso di Restoran Sri Rejeki, Batam, Minggu (27/10/2019).

Isdianto bersilaturahmi dengan menteri usai Suharso menghadiri Mukerwil DPW PPP Kepri. Pertemuan untuk memastikan dan mengingatkan kembali rencana pembangunan jembatan Batam-Bintan pada kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Dalam kesempatan itu, Isdianto kembali mengingatkan Menteri Suharso akan satu janji Jokowi saat kampanye di Batam, awal April lalu, yakni segera merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.

Dalam hitungan kasarnya, lanjut Isdianto, proyek ini bakal menelan biaya sekitar Rp 3-4 triliun. Dananya akan dialokasikan pada anggaran 2020 dan 2021 saat proyek sudah berjalan.

Selain jembatan Batam-Bintan, Isdianto berharap dukungan pembangunan dari Menteri BPN/Bapennas Suharso. Untuk itu Isdianto meminta waktu khusus untuk bertemu dengan mengajak para wali kota/bupati dan beberapa kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) se Kepri.

Isdianto berharap perhatian pemerintahan Jokowi-Ma’ruf semakin banyak ke Kepri. Apalagi Kepri berbatasan dengan banyak negara tetangga. Kemajuan Kepri adalah juga kebanggaan nasional.

Pembangunan-pembangunan infrastruktur di Kepri, lanjut Isdianto, tak hanya untuk menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga nasional. Apalagi Kepri atau Batam khususnya sedang berjuang merealisasikan pencapaian 7 persen pertumbuhan ekonomi.

“Saya mohon doa masyarakat Kepri, agar rencana-rencana ini terealisasi dengan cepat tanpa hambatan sehingga geliat ekonomi Kepri semakin bagus dan dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Barenlitbang Kepri Naharuddin MTP memaparkan tahapan rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan. Pemaparan itu disampaikan kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Kabinet Indonesia Maju Suharso Monoarfa.

Blue print sudah sampai ke Bappenas. Oktober lalu, Menteri PUPR sudah mengkomunikasikam DED terbaru untuk estetika dan efisiensi pemban­gunan jembatan. Saat pertemuan dengan Bapak Presiden, beliau juga sudah menyetujuinya,” kata Nahar kepada Suharso di VIP Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu (27/10).

Nahar memaparkan ada tiga fase pembangunan Jembatan Batam-Bintan ini. Namun. Saat itu hasil kajian dan hitungan dibutuhkan dana hingga Rp 7,2 triliun.

Dengan jumlah sebesar itu, kata Nahar, Pemprov Kepri tidak kuat. Karena itu Kepri membutuhkan kucuran dana pembangunan infrastruktur Pemerintah Pusat.

Kepri sangat berharap pembangunan itu terlaksana dalam waktu dekat. Karena, pemban­gunan ini akan memberi banyak keuntungan bagi Kepri.

Maket dari jembatan Batam-Bintan.

Termasuk sebaran industri yang selama ini juga banyak di Batam. “Bintan ini masih banyak tanahnya, Pak,” kata Nahar.

Dalam kesempatan itu, Menteri Suharso mengatakan pihaknya akan memantau terus perkembangan pembangunan Jembatan Batam Bintan ini. Termasuk mengkomunikasikannya dengan kementerian terkait. Selain melaporkan pembangunan Jembatan Batam-Bintan, Nahar juga menyampaikan beberapa proyek strategis pembangunan di Kepri. Seperti Bandara Letung dan Tambelan.

“Kami sangat berharap kucuran pembangunan infrastruktur untuk Kepri,” kata Nahar.
Pembangunan Jembatan Batam-Bintan merupakan salah satu janji yang diucapkan Presiden Jokowi di depan ribuan masyarakat Kepri di Stadion Temenggung Abdul Jamal pada 6 April lalu. Malah setelah itu Jokowi langsung mengirim tim untuk merampungkan desain teknis rinci pengerjaannya.

“Ada permintaan jembatan dari Batam ke Bintan. Pekan depan akan saya kirim tim untuk cek secepat-cepatnya. Sehingga DED bisa dilakukan secepatnya. Siapa yang setuju jembatan Batam-Bintan? Tunjuk jari,” kata Jokowi saat itu yang disambut gemuruh warga Kepri.(jpg)